KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PONOROGO DALAM MENGEMBANGKAN KESENIAN REOG MENJADI TUJUAN UTAMA WISATA (Studi di Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kabupaten Ponorogo)

ICHWAN, ICHWAN (2007) KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PONOROGO DALAM MENGEMBANGKAN KESENIAN REOG MENJADI TUJUAN UTAMA WISATA (Studi di Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kabupaten Ponorogo). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KEBIJAKAN_PEMERINTAH_DAERAH_KABUPATEN_PONOROGO_DALAM_MENGEMBANGKAN_KESENIAN_REOG_MENJADI_TUJUAN_UTAMA_WISATA.pdf

Download (63kB) | Preview

Abstract

Indonesia memiliki banyak wujud-wujud budaya dari berbagai daerah. Wujud-wujud budaya baik berupa kompleks nilai-nilai dan adat istiadat dan kompleks kelakuan berpola dari manusia, maupun benda-benda hasil karya manusia. Wujud budaya yang berupa kompleks nilai-nilai, gagasan-gagasan, pikiran-pikiran dan adat istiadat yang bersifat abstrak itu sering kali dituangkan dalam bentuk sastra, dongeng, cerita rakyat dan kesenian. Salah satu diantara sekian banyak bentuk dari wujud ideal kebudayaan yang tersebar diseluruh persada bumi nusantara ini adalah Kesenian Tradisional Daerah “Reog Ponorogo”. Reog diciptakan dan menjadi besar di kota Ponorogo, tetapi setelah usia dewasa, Reog mulai bisa hidup serta berkembang dilihat dari banyaknya sanggar-sanggar kesenian Reog yang ada di Kabupaten Ponorogo. Reog sudah memperlihatkan ciri-ciri yang khas atas kepribadiannya dan corak daerah. Karena itu, maka kesenian ini di Ponorogo menjadi satu-satunya kesenian kebanggaan yang sangat digemari oleh segenap lapisan masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Hal inilah yang menjadikan Kota Ponorogo sebagai tempat lahirnya kesenian Reog sangatlah strategis untuk dijadikan sebagai tempat satu-satunya untuk dapat dijadikan tujuan orang yang ingin menyaksikan pementasan kesenian Reog. Selama ini pementasan kesenian Reog dapat disaksikan pada saat hari-hari tertentu semisal pada saat festival yang diadakan pada acara grebek suro yang diadakan setahun sekali dan pementasan kesenian Reog yang ditampilkan pada saat-saat tertentu saja. Dari hal di atas dapat dilihat bahwa kesenian Reog sebagi potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Ponorogo kurang berkembang untuk dapat dijadikan tujuan wisata bagi wisatawan yang ingin menyaksikan pementasan kesesian Reog. Wisatawan selalu menuntut bahwa untuk dapat meyaksikan pementasan reog bukan pada saat-saat tertentu saja. Sudah menjadi tugas Pemerintah untuk dapat merubah semua itu, yaitu mengembangkan kesenian Reog menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo. Untuk itulah dilakukan penelitian ini yang dilakukan di Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kabupaten Ponorogo yang merupakan salah satu lembaga pemerintahan yang berhubungan langsung dengan permasalahan pariwisata dan kebudayaan. Hasil dari penelitian ini diharapkan didapatkan bagaimana langkah-langkah Pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kabupaten Ponorogo untuk dapat mengembangkan kesenian Reog menjadi tujuan utama wisata yang dituangkan ke dalam kebijakan-kebijakan seperti kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata yang profesional yang berisi tentang pendidikan dan standarisasi kepada para pelaku kesenian Reog dan kebijakan peningkatan potensi wisata kesenian reog yang berisi tentang program pengadaan festival Reog Nasional dan festival Reog Mini, serta penjadwalan pementasan pada tiap-tiap sanggar yang ada di Kabupaten Ponorogo.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > J General legislative and executive papers
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 11 Jun 2012 06:58
Last Modified: 11 Jun 2012 06:58
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7118

Actions (login required)

View Item View Item