Bukti Ketiadaan Naskh dalam Al-Qur’an (4)

ABDUL WAHID, SA’AD (2010) Bukti Ketiadaan Naskh dalam Al-Qur’an (4). Suara Muhammadiyah Edisi 05 (7).

[img]
Preview
Text
03_3.pdf

Download (155kB) | Preview

Abstract

Ar-Raziy dalam tafsirnya, Mafatihul- Gaib, menyatakan, para ulama telah sepakat bahwa ayat pertama itu diturunkan pada waktu Perang Tabuk, dan telah disepakati pula bahwa Nabi Muhammad saw membiarkan para wanita dan beberapa orang laki-laki tetap tinggal di rumah. Ini memberikan pengertian bahwa kewajiban berperang itu bukanlah wajib ‘ain, elainkan fardlu kifayah. Dengan pertimbangan inilah ia menetapkan bahwa tidak ada nasakh pada ayat tersebut. (ar- Raziy, Mafatihul-Gaib, t.t. IV, hlm 566). Sebenarnya hubungan antara kedua ayat tersebut bukanlah mengenai nasikh dan mansukh, melainkan mengenai takhsis al- ’am (membatasi dalil yang bersifat umum dengan dalil yang bersifat khusus).

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles
Divisions: Others
Depositing User: Anwar Jasin
Date Deposited: 14 Feb 2012 06:38
Last Modified: 14 Feb 2012 09:04
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7

Actions (login required)

View Item View Item