ANALISIS PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM BIDANG KETENAGA LISTRIKAN (Studi Terhadap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik antara PT. PLN (Persero) dengan Pelanggan Industri di Kota Malang)

Chan, Jecki (2006) ANALISIS PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM BIDANG KETENAGA LISTRIKAN (Studi Terhadap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik antara PT. PLN (Persero) dengan Pelanggan Industri di Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PERLINDUNGAN_KONSUMEN_DALAM_BIDANG_KETENAGA_LISTRIKAN.pdf

Download (147kB) | Preview

Abstract

Objek penelitian sekaligus menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah proses pembuatan perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pelanggan industri dikota Malang dan bagaimana pelaksanaannya. Bagaimanakah analisa terhadap perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pelanggan untuk keperluan industri Berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen? Serta Kendala–kendala perlindungn konsumen dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pelanggan untuk keperluan industri, dan solusinya? Sedangkan metode yang digunakan adalah pendeskripsian terhadap perlindungan konsumen dibidang ketenagalistrikan sehingga metode penelitian yang digunakan bersifat yuridis sosiologis. Lokasi penelitian di PT. PLN (Persero) didasarkan karena tersediannya data-data diperlukan. Data primer diperoleh penulis dari pengamatan dan wawancara yang bersifat wawancara bebas terpimpin secara langsung dengan pihak terkait.sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan yang tujuannya adalah mendapatkan jawaban permasalhan yang telah dikemukakan Proses pelaksanaan perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pelanggan untuk keperluan industri sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Nomor 1836 K /36/MEM/2002 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Harga Jual Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT. PLN (Persero) jo Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyedian dan Pemanfaatan Tenaga Listrik, dilakukan melalui dengan Permohonan Pasangan Baru atau dengan Permohonan Tambah Daya Pelanggan serta telah memenuhi ketentuan pasal 1320 KUHPerdata. Bentuk perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dengan Pelanggan Industri menggunakan standar kontrak. Kemudian isi perjanjian jual beli tenaga listrik belum sepenuhnya melindungi konsumen bagi pelanggan untuk keperluan industri sebagaimana yang diatur dalam ketentuan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ketentuan dalam perjanjian jual beli tenaga listrik yang sesuai dengan UUPK adalah mengenai hak dan kewajiban konsumen, hak pelaku usaha, tanggung jawab pelaku usaha dan penyelesaian sengketa konsumen. Sedangkan ketentuan yang belum sesuai dengan UUPK adalah mengenai kewajiban pelaku usaha dan ganti rugi. Kendala perlindungan konsumen di bidang ketenagalistrikan dalam perjanjian jual beli tenaga listrik yaitu (1) bentuk ataupun model kontrak baku perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pelanggan untuk keperluan industri sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman., (2) kurang diikut sertakannya pihak lain (investor, koperasi dan badan usaha lainnya) sehingga kompetisi / persaingan menjadi tidak sehat dan hanya dimonopoli oleh PT. PLN (Persero).Berdasarkan pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata yang mrnyatakan “ Semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya “ maka permasalahan yang timbul dari perjanjian jual beli tenaga listrik maka solusi yang digunakan untuk penyelesaiannya yaitu dengan cara bernegosasi antara kedua belah pihak Dengan demikian, tersimpulkan bahwa proses pelaksanaan perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pelanggan industri dilaksanakan melalui Permohonan Pasang Baru ataupun Permohonan Tambah Daya. Sedangkan isi perjanjian tidak sepenuhnya melindungi konsumen sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Adapun kendala perlindungan konsumen dalam perjanjian jual beli tenaga listrik yaitu (1) bentuk ataupun model kontrak baku perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pelanggan untuk keperluan industri sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman., (2) kurang diikut sertakannya pihak lain (investor, koperasi dan badan usaha lainnya) sehingga kompetisi / persaingan menjadi tidak sehat dan hanya dimonopoli oleh PT. PLN (Persero).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 08 Jun 2012 03:11
Last Modified: 08 Jun 2012 03:11
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6768

Actions (login required)

View Item View Item