ANALISIS PERMINTAAN IMPOR BERAS THAILAND DI INDONESIA (PERIODE 1997-2003)

CHOLIFAH, SITI (2006) ANALISIS PERMINTAAN IMPOR BERAS THAILAND DI INDONESIA (PERIODE 1997-2003). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PERMINTAAN_IMPOR_BERAS_THAILAND_DI_INDONESIA%28PERIODE_1997-2003%29.pdf

Download (12kB) | Preview

Abstract

Indonesia sebagai negara pertanian/agraris, dengan sector pertanian sebagai sector yang dikembangkan guna mencapai ketahanan pangan. Namun pemenuhan konsumsi pangan di Indonesia sangat besar sehingga kemampuan produksi domestic tidak mampu untuk memenuhinya. Demikian pula dengan beras, pemenuhan kebutuhan beras dilakukan dengan impor beras dari Thailand. Permintaan impor beras Thailand sangat dipengaruhi oleh besarnya pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB), Kurs Valuta Asing, jumlah penduduk dan produksi beras dalam negeri. Hasil penelitian dengan menggunakan model Cobb Douglas dengan variable terikat impor beras Thailand (Y) dan variabel bebasnya adalah PDB (X1), kurs valuta asing (X2), jumlah penduduk (X3) dan produksi beras dalam negeri (X4), selam kurun waktu tahun 1997-2003 dengan menggunakan data kwartalan sehingga menghasilkan temuan sebagai berikut: Pengaruh PDB (X1) terhadap permintaan impor beras yaitu 24,271, artinya setiap kenaikan PDB sebesar 1% akan diikuti permintaan impor sebesar 24,271%. Pengaruh kurs valas (X2) terhadap permintaan impor beras yaitu -3,494, artinya setiap terjadi kenaikan kurs valas sebesar 1%, maka akan diikuti pengurangan terhadap impor sebesar 3,494%. Pengaruh jumlah penduduk (X3) terhadap permintaan impor beras yaitu 203,177, artinya setiap terjadi pertambahan jumlah penduduk sebesar 1%, maka permintaan impor beras akan naik sebesar 203,177%. Pengaruh produksi beras dalam negeri (X4) terhadap permintaan impor beras yaitu -3,650, artinya apabila produksi beras dalam negeri turun sebesar 1%, maka permintaan impor beras akan naik sebesar 3,650%. Indonesia sebagai negara pertanian/agraris, dengan sector pertanian sebagai sector yang dikembangkan guna mencapai ketahanan pangan. Namun pemenuhan konsumsi pangan di Indonesia sangat besar sehingga kemampuan produksi domestic tidak mampu untuk memenuhinya. Demikian pula dengan beras, pemenuhan kebutuhan beras dilakukan dengan impor beras dari Thailand. Permintaan impor beras Thailand sangat dipengaruhi oleh besarnya pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB), Kurs Valuta Asing, jumlah penduduk dan produksi beras dalam negeri. Hasil penelitian dengan menggunakan model Cobb Douglas dengan variable terikat impor beras Thailand (Y) dan variabel bebasnya adalah PDB (X1), kurs valuta asing (X2), jumlah penduduk (X3) dan produksi beras dalam negeri (X4), selam kurun waktu tahun 1997-2003 dengan menggunakan data kwartalan sehingga menghasilkan temuan sebagai berikut: Pengaruh PDB (X1) terhadap permintaan impor beras yaitu 24,271, artinya setiap kenaikan PDB sebesar 1% akan diikuti permintaan impor sebesar 24,271%. Pengaruh kurs valas (X2) terhadap permintaan impor beras yaitu -3,494, artinya setiap terjadi kenaikan kurs valas sebesar 1%, maka akan diikuti pengurangan terhadap impor sebesar 3,494%. Pengaruh jumlah penduduk (X3) terhadap permintaan impor beras yaitu 203,177, artinya setiap terjadi pertambahan jumlah penduduk sebesar 1%, maka permintaan impor beras akan naik sebesar 203,177%. Pengaruh produksi beras dalam negeri (X4) terhadap permintaan impor beras yaitu - 3,650, artinya apabila produksi beras dalam negeri turun sebesar 1%, maka permintaan impor beras akan naik sebesar 3,650%. Indonesia sebagai negara pertanian/agraris, dengan sector pertanian sebagai sector yang dikembangkan guna mencapai ketahanan pangan. Namun pemenuhan konsumsi pangan di Indonesia sangat besar sehingga kemampuan produksi domestic tidak mampu untuk memenuhinya. Demikian pula dengan beras, pemenuhan kebutuhan beras dilakukan dengan impor beras dari Thailand. Permintaan impor beras Thailand sangat dipengaruhi oleh besarnya pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB), Kurs Valuta Asing, jumlah penduduk dan produksi beras dalam negeri. Hasil penelitian dengan menggunakan model Cobb Douglas dengan variable terikat impor beras Thailand (Y) dan variabel bebasnya adalah PDB (X1), kurs valuta asing (X2), jumlah penduduk (X3) dan produksi beras dalam negeri (X4), selam kurun waktu tahun 1997-2003 dengan menggunakan data kwartalan sehingga menghasilkan temuan sebagai berikut: Pengaruh PDB (X1) terhadap permintaan impor beras yaitu 24,271, artinya setiap kenaikan PDB sebesar 1% akan diikuti permintaan impor sebesar 24,271%. Pengaruh kurs valas (X2) terhadap permintaan impor beras yaitu -3,494, artinya setiap terjadi kenaikan kurs valas sebesar 1%, maka akan diikuti pengurangan terhadap impor sebesar 3,494%. Pengaruh jumlah penduduk (X3) terhadap permintaan impor beras yaitu 203,177, artinya setiap terjadi pertambahan jumlah penduduk sebesar 1%, maka permintaan impor beras akan naik sebesar 203,177%. Pengaruh produksi beras dalam negeri (X4) terhadap permintaan impor beras yaitu - 3,650, artinya apabila produksi beras dalam negeri turun sebesar 1%, maka permintaan impor beras akan naik sebesar 3,650%.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 08 Jun 2012 02:41
Last Modified: 08 Jun 2012 02:41
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6749

Actions (login required)

View Item View Item