MAKNA WARNA MERAH DAN BIRU (Analisis Semiotik dalam Film Ungu Violet Karya Rako Prijanto)

Halamsya, Halamsya (2007) MAKNA WARNA MERAH DAN BIRU (Analisis Semiotik dalam Film Ungu Violet Karya Rako Prijanto). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
MAKNA_WARNA_MERAH_DAN_BIRU.pdf

Download (82kB) | Preview

Abstract

Film merupakan suatu produk kebudayaan manusia. Sebagai bentuk dari komunikasi massa, film digunakan sebagai komoditi. Dalam film terdapat adanya kolaborasi yang kompleks dari produser hingga pemain sampai dengan perangkat kesenian lainnya seperti musik, teater, seni rupa, dan seni suara. Dari itu semua kemudian membentuk menjadi komunikator dan berfungsi sebagai agen transformasi budaya. Kemudian disisi lain dalam suatu karya seni dan desain warna merupakan unsur penting sebagai representasi keindahan visual dalam suatu karya seni, seperti dalam seni lukis. Warna dapat dilihat dan dibedakan dengan adanya cahaya, tanpa adanya cahaya mustahil untuk dapat melihat dan membedakan warna yang melekat pada suatu benda. Karena warna dan cahaya adalah dua unsur yang selalu berkaitan. Atas dasar itulah peneliti tertarik untuk meneliti sebuah film nasional karya anak bangsa Rako Prijanto yang berjudul Ungu Violet. Dalam pelajaran mencampur warna, warna ungu terbentuk dari kombinasi dua warna primer yaitu merah dan biru yang dicampur dan kemudian menjadi warna ungu. Dari teori inilah kemudian muncul ide dari Rako untuk mengaplikasikan proses integrasi kedua warna merah dan biru tersebut kedalam sebuah cerita film. Rako kemudian mengidentikkan warna merah itu kepada sosok Kalin (Dian Sastrowardoyo) dan warna biru kepada sosok Lando (Rizky Hanggono) sebagai dua tokoh atau pemain utama dalam film Ungu Violet ini. Dalam penelitian ini peneliti merumuskan dalam rumusan permasalahan penelitian yaitu makna apa yang terkandung pada warna merah dan biru dalam film Ungu Violet karya sutradara Rako Prijanto ini?. Untuk dapat mengungkap rahasia dan mengkaji tanda­tanda dibalik makna warna merah dan biru dalam film ini peneliti menggunakan analisis semiotik yang mengacu pada teori dari Charles Sanders Peirce yaitu ikon, indeks, dan simbol dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini yang termasuk dalam ruang lingkup penelitiannya adalah shot dan scene yang telah dipilih., hanya shot dari scene yang memiliki muatan makna warna merah dan biru yang dianalisis. Analisis semiotika digunakan pada analisis media dengan asumsi media dikomunikasikan oleh seperangkat tanda, dan film merupakan salah satu fenomena komunikasi yang sarat akan tanda­tanda tersebut. Dalam film pesan yang disampaikan oleh pembuat film atau sutradara belum tentu dapat diterima oleh penonton. Karena dalam film banyak dijumpai tanda­-tanda ataupun simbol yang mempunyai makna yang tersembunyi (latent content).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 06 Jun 2012 06:54
Last Modified: 06 Jun 2012 06:54
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6725

Actions (login required)

View Item View Item