PENEGAKAN SYARIAH ISLAMDI INDONESIA( Studi Tentang Pemikiran Ustadz Abu Bakar Ba’asyr Dalam PerspektifFiqih Islam dan Hukum Tata Negara )

HURAIRAH, ABU (2007) PENEGAKAN SYARIAH ISLAMDI INDONESIA( Studi Tentang Pemikiran Ustadz Abu Bakar Ba’asyr Dalam PerspektifFiqih Islam dan Hukum Tata Negara ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENEGAKAN_SYARIAH_ISLAMDI_INDONESIA.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Gagasan pemikiran mengenai konsep penegakan Syari’at Islam di Indonesia sudah lama dikemudian oleh para ahli hukum tata negara Islam yang berada di Indonesia sebut saja founding father (pendiri bangsa), namun dalam tatanam implementasinya gagasan tersebut tidak bisa dimasukkan dalam sebuah sistem dan hanya berada dalam tataran yang bersifat pragmatis (wacana). Sedangkan di era pasca reformasi muncullah seorang sosok yang kharismatik dengan gagasannya mengenai konsep penegakan Syari’at Islam, namun yang menjadi masalah gagasannya mengenai konsep penegakan Syari’at Islam, namun yang menjadi masalah gagasan-gagasannya tersebut sering disalah artikan sebagai tindakan makar. Berangkat dari fenomena tersebut, penulis merasa lebih untuk mendeskripsikan gagasan Abu Bakar ba’asyir tentang Penegakan Syari’at Islam di Indonesia dalam konteks fiqih Islam dan Hukum Tata Negara dengan menggunakan metode diskripsi analitis. Didalam penelitian ini, penulis mencoba mengangkat tema “Penegakan Syari’at Islam di Indonesia (Studi Tentang Pemikiran Abu Bakar Ba’asyir dalam Perspektif Fiqih Islam dan Hukum Tata Negara) yang didalamnya membahas tentang bagaimana penegakan Syari’at Islam di Indonesia menurut pemikiran Abu Bakar Ba’asyir dalam perspektif fiqih Islam, bagaimana penegakan syari’at Islam di Indonesia menurut pemikiran Abu Bakar ba’asyir dalam perspektif hukum Tata Negara. Dalam penulisan ini diharapkan bisa menjadi wacana dan perbandingan hukum demi perbaikan hukum dimasa yang akan datang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gagasan Abu Bakar Ba’asyir dalam menyuarakan Penegakan Syari’ah Islam di Indonesia melalui cara lewat dakwah yaitu; dakwah kultural dan struktur. Dapun penegakan syari’at Islam menurut pemikiran Ba’asyir dalam perspektif fiqih Islam harus berasaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan tiga ciri utama; (1) kekuasaan pemerintah berada di tangan kaum muslimin yang jelas komitmennya dalam penegakan syari’ah Islam. (2) kebijakan negara harus sesuai dengan hukum yang digariskan Allah SWT dalam mengatur sosial kemasyarakatan. (3) peradaban manusia dibangun diatas peradaban (budaya) yang sesuai dengan akhlak Islam. Adapun penegakan syari’at Islam menurut Ba’asyir dalam perspektif Hukum Tata Negara yang terdapat dalam UUD 1945 harus mencerminkan prinsip-prinsip pemerintahan dengan nilai-nilai; prinsip kekuasaan sebagai sebagai amanah, Prinsip persamaan, Prinsip musyawarah (syura) atau demokrasi, Prinsip kesejahteraan, Prinsip ketaatan rakyat. Dalam hal tersebut menunjukkan bahwa sosio-kultural prinsip-prinsip tersebut merupakan bagian dari mentalitas masyarakat Indonesia yang agamis serta dominasi umat Islam Indonesia dalam memperjuangkan Prinsip-Prinsip Syari’at Islam yang pernah di praktekkan Nabi s.a.w. Oleh karena dirasa perlu adanya perbaikan hukum demi tegaknya syari’ah Islam serta tercapainya keadilan, sehingga dapat mencerminkan satu sistem hukum yang dapat melindungi hak-hak manusia. Penulis menghimbau agar segala peraturan yang ada sekarang untuk ditinjau kembali, hal ini dimaksudkan untuk formalisasi Syari’at Islam dan mencapai peraturean yang benar-benar adil sehingga diharapkan munculnya kesadaran bagi umat Islam Indonesia untuk taat terhadap apa yang diatur oleh pemerintah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Twinning Program
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 06 Jun 2012 05:25
Last Modified: 06 Jun 2012 05:25
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6711

Actions (login required)

View Item View Item