TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PESTA MINUMAN KERAS DALAM TRADISI PEMENTASAN SENI REOG PONOROGO (Studi Di Desa Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo

CAHYANTO, SUBUH (2006) TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PESTA MINUMAN KERAS DALAM TRADISI PEMENTASAN SENI REOG PONOROGO (Studi Di Desa Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_YURIDIS_SOSIOLOGIS_TERHADAP_PESTA_MINUMAN_KERAS.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Obyek studi dalam penelitian ini adalah mengenai pesta minuman keras dalam tradisi pementasan seni Reog Ponorogo (Studi di Desa Sawoo Kecamatan sawoo Kabupaten Ponorogo). Dimana pesta minuman keras ini sudah menjadi kebiasaan yang turun temurun dan melekat kuat dalam tradisi pementasan seni Reog Ponorogo. Dalam kajian hukum positif Indonesia minuman keras merupakan sesuatu yang dilarang keras, hal tersebut tertuang dalam pasal 300 (1e), pasal 492 (3), dan pasal 536 (1) KUHP. Dalam kajian Hukum Islam minuman keras adalah haram hukumnya begitu pula dalam kajian Hukum Adat pesta minuman keras merupakan suatu perilaku yang menyimpang dari norma kesusilaan yang hidup dimasyarakat. Namun hal tersebut ironis sekali dengan adanya fakta yang menunjukkan bahwa pesta minuman keras seolah menjadi kebiasaan yang halal dan sah dalam sebuah tradisi adat pementasan kesenian Reog didaerah Ponorogo. Tujuan penelitian ini, untuk mendapatkan gambaran apakah faktor-faktor yang melatarbelakangi keberadaan pesta minuman keras yang sampai sekarang masih tetap berlangsung dalam tradisi pementasan seni Reog Ponorogo. Serta untuk mengetahui upaya-upaya yang ditempuh oleh Kepolisian Sektor Sawoo dalam menanggulangi pesta minuman keras dalam tradisi pementasan seni Reog Ponorogo. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode Yuridis Sosiologis dimana pembahasan berdasarkan ketentuan perundang-undangan (dalam hal ini adalah KUHPidana), kemudian dihubungkan dengan realita yang berlaku dalam masyarakat yaitu pesta minuman keras di dalam pementasan seni Reog Ponorogo, sehingga data yang diperoleh adalah data yang menggambarkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan adanya pesta minuman keras yang sampai sekarang masih tetap berlangsung dalam tradisi pementasan kesenian Reog Ponorogo serta upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kepolisian Sektor Sawoo Kabupaten Ponorogo dalam menanggulangi pesta minuman keras tersebut. Melalui penelitian yang mendalam dan sangat teliti, penelitian ini mendapatkan hasil bahwa faktor-faktor penyebab berlangsungnya pesta minuman keras dalam pementasan kesenian Reog Ponorogo di Desa Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo adalah: kebiasaan mabuk yang turun temurun, kurangnya pengarahan dari pihak Kepolisian, minuman keras berfungsi untuk menambah kemeriahan, kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak, pengaruh lingkungan masyarakat yang gemar mabuk, dan lemahnya kontrol sosial masyarakat. Beragamnya faktor-faktor penyebab berlangsungnya pesta minuman keras dari berbagai unsur tersebut, pihak Kepolisian Sektor Sawoo sebenarnya telah memberikan berbagai upaya penanggulangan dengan banyak cara baik melalui upaya preventif maupun upaya represif. Melalui upaya preventif penanggulangan diarahkan pada usaha memberikan pengarahan kepada seniman-seniman Reog untuk tidak mengkonsumsi minuman keras berkadar alkohol tinggi dalam pementasannya, memberikan alternatif minuman Bir berkadar alkohol rendah yang dikonsumsi sebagai pengganti minuman keras berkadar alkohol tinggi yang biasa dikonsumsi dalam pementasan Reog, melakukan pengawasan dan pengamanan dilokasi pementasan reog Ponorogo sedangkan upaya represif dilakukan antara lain dengan: melakukan razia terhadap para penjual minuman keras ilegal, melarang dan memberikan sanksi kepada aparat Kepolisian Sektor Sawoo yang ikut dalam pesta minuman keras tersebut. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa berlangsungnya pesta minuman keras dalam tradisi pementasan kesenian Reog Ponorogo di Desa Sawoo disebabkan oleh banyak faktor. Kepolisian Sektor Sawoo telah melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi keberadaan pesta minuman keras tersebut, akan tetapi upaya-upaya penanggulangan tersebut belum dapat menghapuskan pesta minuman keras tersebut dari pementasan kesenian Reog Ponorogo

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 06 Jun 2012 04:20
Last Modified: 06 Jun 2012 04:20
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6701

Actions (login required)

View Item View Item