KINERJA DEPARTEMEN AGAMA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN URUSAN HAJI KEPADA MASYARAKAT (Studi di Kantor Departemen Agama Kabupaten Bangkalan)

HAIRUL ARIEF, MOH (2007) KINERJA DEPARTEMEN AGAMA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN URUSAN HAJI KEPADA MASYARAKAT (Studi di Kantor Departemen Agama Kabupaten Bangkalan). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KINERJA_DEPARTEMEN_AGAMA_DALAM_MENINGKATKAN_PELAYANAN_URUSAN_HAJI_KEPADA_MASYARAKAT.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Ibadah haji merupakan ritual yang ada setiap tahun, karena itu permasalahan yang timbul dari penyelenggaraan kegiatan ini juga ada. Permasalahan yang terjadi dari penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia sangat banyak dan kompleks, misalnya: pada tahun 2005 kemarin kalau tiba- tiba Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar membatalkan keberangkatan sekitar 30.000 jemaah calon haji Indonesia, itu tidak semata mencerminkan bagaimana manajemen haji Indonesia yang belum profesional. Pembatalan itu juga memperlihatkan kurangnya apresiasi pemerintah terhadap besarnya minat masyarakat untuk pergi haji di tengah krisis ekonomi yang belum juga pulih. Kasus pembatalan kuota tambahan bagi 30 ribu calon jemaah haji, ternyata hanyalah persoalan kecil penyelenggaraan haji yang kompleks. Persoalan paling mendasar berada pada level sistem. Apa itu? Ternyata dalam penyelenggaraan haji, Departemen Agama melakukan peran ganda yaitu sebagai penyelenggara sekaligus pengontrol, pemain sekaligus juri. Ini yang membuat carut-marut penyelenggaraan haji selama ini. Sementara penyelengaraan haji di Kabupaten bangkalan yang dilakukan oleh Departemen agama terdiri dari 18 Kecamatan yaitu: Kamal, Labang, Kwanyar, Modung, Blega, Konang, Galis, Tanah Merah, Tragah, Socah, Bangkalan, Burneh, Arosbaya, Geger, Kokop, Tanjung Bumi, Sepulu, Klampis. Dalam penyelenggaraan perjalanan haji tahun 2006 di Kabupaten Bangkalan sekarang ini, selain memberikan prioritas kepada mereka yang belum pernah menunaikan ibadah haji, ada ketentuan bahwa calon haji harus datang sendiri dan melakukan proses pendaftaran tanpa diwakilkan kepada siapapun atau pihak lain. Hal ini tentunya dimaksudkan untuk terselenggaranya pelaksanaan pemberangkatan ibadah haji secara lebih adil dan tertib Metode penilitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu suatu penelitian yang hanya menggambarkan situasi dan kondisi apa adanya tanpa penambahan. Mempunyai tujuan untuk ekploitasi dan klasifikasi mengenai suatu fenomena, atau kenyataan sosial dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel atau laboratoris sifatnya. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi ke lapangan, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu berusaha mengambarkan data-data yang ada sebenarnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat kita lihat bahwa Kinerja yang dilakukan oleh Departemen Agama yaitu dengan cara meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat baik itu masalah pelayanan, pembinaan, perlindungan bagi calon jemaah haji. Dan meningkatkan mutu pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan yang mencakup tingkat pemahaman aparatur, fasilitas dan teknologi, kecepatan dan ketepatan dalam tingkat kemampuan penyelesaian tugas dan fungsi. Kebutuhan akan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penentu berkembangnya pola kinerja di Departemen Agama. Untuk mendobrak suatu kinerja agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka manajemen di Departemen Agama perlu memperhatikan kualitas maupun kuantitas pegawai yang dimiliki oleh instansi tesebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 04 Jun 2012 06:40
Last Modified: 04 Jun 2012 06:40
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6517

Actions (login required)

View Item View Item