HARIMAU SUMATERA DI PAPUA(Analisis Semiotik pada Iklan Rokok Gudang Garam Internasional Versi Perburuan Harimau, dengan slogan”Pria Punya Selera”)

Apdani, Apdani (2006) HARIMAU SUMATERA DI PAPUA(Analisis Semiotik pada Iklan Rokok Gudang Garam Internasional Versi Perburuan Harimau, dengan slogan”Pria Punya Selera”). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
HARIMAU_SUMATERA_DI_PAPUA.pdf

Download (115kB) | Preview

Abstract

Iklan mencerminkan sebuah karakter dari produk yang diiklankannya. Apalagi iklan rokok yang sering ditampilkan di televisi punya imej dan tampilan yang berbeda dari pada iklan lainnya. Ketentuan bahwa iklan rokok tidak boleh mempromosikan tindakan merokok itu sendiri. Ini menjadi ajang kreatifitas biro-biro iklan untuk menunjukan berbagai icon maupun lambang guna mengekspresikan dengan adegan-adegan yang mencerminkan karakter seorang pria, mulai dari keberanian, kemewahan, sport, teknologi, mode, pertualangan dan lain sebagainya. Peneliti tertarik untuk menganalisis iklan Gudang Garam Internasional ”Pria Punya selera” versi Perburuan Harimau, yang disiarkan pada beberapa stasiun televisi nasional di Indonesia. Alasan khusus peneliti lebih tertarik menganalisis iklan Gudang Garam ”Pria Punya Selera” versi Perburuan Harimau dibanding iklan rokok yang lainya. Pertama iklan ini adalah iklan rokok yang satu-satunya mengambarkan karakter berburu yang mengangkat kebudayaan berburu dari negara-negara yang ada di Eropa, Amerika maupun Rusia, yang bisa dilihat dari karakter pakaian khas pemburu serba lengkap yang berwarna coklat dan berkantong besar, dengan mengambarkan sebuah karakter alam perbukitan, hutan tropis dan pohon cemara dipadu dengan karakter mobil Hamvee sebagai mobil perang bukan mobil berburu satwa. Alasan yang kedua dalam iklan ini adanya dua karakter yang berbeda dan saling berbenturan yaitu adanya peta Papua yang ditampilkan pada layar GPS (Global Positioning Sistem), kemudian adanya harimau Sumatera, yang keduanya sangat berbenturan. Bisa dijelaskan satwa yang ada di Papua maupun di Sumatera sangat berbeda. Sumatera merupakan wilayah Indonesia bagian barat dengan satwa yang berukuran besar seperti harimau dan gajah, sedangkan di Papua merupakan wilayah Indonesia bagian timur dengan satwa yang berukuran sedang maupun kecil seperti burung cendrawasi dan orang hutan. Peneliti merumuskan dalam rumusan masalah. 1) Apa saja makna tanda serta pesan yang mempunyai unsur teks yang retak maupun yang mendukung dan yang terkandung dalam adegan (frame) iklan Gudang Garam Internasional ”Pria Punya Selera” Versi Perburuan Harimau, 2). Mengapa tanda-tanda yang terkandung dalam adegan (scene) iklan Gudang Garam Internasional ”Pria Punya Selera” versi Perburuan Harimau, dimaknai demikian ?. Berikut untuk mempermudah menganalisis, peneliti mengunakan tipe penelitian deskriptif dengan analisis data yang sesuai dengan semiotika Charles Sander Peirce berdasarkan ikon, indeks, simbol dan Roland Barthes denotasi, konotasi maupun mitos. Dengan teknik analisis data di atas peneliti mampu menangkap banyak tanda-tanda teks retak dari tayangan iklan Gudang Garam Internasional ”Pria Punya Selera” versi Pemburuan Harimau. Salah satunya pada scene ke 2 dimana di dalam mobil Hamvee tersedia GPS (Global Positioning Sistem) peneliti berhasil menangkap ikon gambar sebuah teknologi cangi yaitu GPS yang diakses langsung dari satelit, sebagai indeks adanya sebuah peta yang menunjukan letak tempat suatu daerah, sebagai simbol merupakan daerah Papua. Selain itu nantinya dikaitan dengan scene lainnya yang berkaitan dengan scene adanya Harimau Sumatera, yang mengakibatkan keretakan teks. Selanjutnya dari pengklasifikasian dan penginterprestasian tanda berdasarkan pendapat Peirce, peneliti kemudian menginterprestasikan berdasarkan pendapat Barthes dari ini peneliti menemukan makna-makna tanda konotasi yang disampaikan pada iklan ini. Kata konotasi ialah ”menjadi tanda” dan mengarah kepada makna-makna kultural yang terpisah atau berbeda dan juga melibatkan simbol, histori dan hal yang berhubungan dengan emosional. Adapun makna konotatif tersebut dikorelasikan pada shot tertentu misalnya pada tahun kurang lebih 1900 yang lampau ada legenda di Papua juga ditemukan seekor Harimau yaitu Harimau Tasmania yang diperkirakan sudah punah dari beberapa tahun yang lalu, tapi hewan ini berukuran kecil dan berkantong seperti kangguru, punya loreng seperti khas bulu macan dan pemakan daging. Dari pengkorelasikan tersebut adanya makna konotatif, tidak hanya di Sumatera adanya harimau tapi di Papua pun punya legenda adanya seekor harimau yang berukuran kecil walaupun sudah tidak dikenang lagi. Kandungan teks yang retak dalam iklan ini, ada poin utama yang harus diperhatikan ialah adanya peta Papua dan adanya harimau Sumatera, yang keduanya merupakan tanda yang menyimpang atau dapat diartikan sebagai teks yang dapat dinilai mengandung cacat. Berdasarkan teori dan analisis di atas terkandung makna dalam iklan ini yang memberikan gambaran adanya suatu kegiatan berburu dengan pakaian khas berburu negara barat. Dalam kegiatan ini mencerminkan karater kaum lelaki dengan keberaniannya, jantan, penyayang, exstrim, tegas, sosok pahlawan, jiwa mudah, profesional, punya selera pemberani. Dengan kehidupan yang serba laki-laki mengarungi alam dan pertualang. Apalagi difasilitasi dengan perlengkapan transportasi, persenjatan dan teknologi yang akan mengugah semangat kaum adam. Dari analisis data, peneliti memberikan saran baik praktis maupun akademis. Salah satu saran praktis dari peneliti agar dalam iklan Gudang Garam Internasional ”Pria Punya Selera” versi Perburuan Harimau, teknik pengambilan gambarnya lebih banyak Close-up dan diiringi dengan gambar lainya. Tapi kurang diperjelas pada tampilan yang berhubungan dengan pemburu gelap. Hanya banyak diperlihatkan pada lingkungan hutan, pecinta satwa dan harimau. Kemudian penulis maupun tim ide kreatif harus jeli dalam mengamati karaker iklan yang dibuat dikarenakan banyak karaker teks yang retak. Sedangkan saran akademisnya diharapkan agar studi semiotik pada iklan televisi dapat didiskusikan lebih lanjut, sehingga mampu menambah wacana.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 04 Jun 2012 02:32
Last Modified: 04 Jun 2012 02:32
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6449

Actions (login required)

View Item View Item