DAMPAK PERKAWINAN DIBAWAH UMUR TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA (Studi di Desa Sumberejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

Fauzia, Irma (2007) DAMPAK PERKAWINAN DIBAWAH UMUR TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA (Studi di Desa Sumberejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
DAMPAK_PERKAWINAN_DIBAWAH_UMUR_TERHADAP_KESEJAHTERAAN_KELUARGA.pdf

Download (133kB) | Preview

Abstract

Menurut Prakoso dan I Ketut (1987: 2), perkawinan merupakan suatu ikatan yang sah untuk membina rumah tangga dan keluarga sejahtera, bahagia dimana kedua suami istri memikul amanah dan tanggung jawab, si istri oleh karenanya akan mengalami suatu proses psikologi yang berat yaitu kehamilan dan melahirkan yang meminta pengorbanan. Menentukan batas umur dalam melangsungkan perkawinan sangatlah penting. Ini dimaksudkan agar perkawinan yang dilaksanakan dapat menciptakan keluarga yang sejahtera, bahagia, sehat dan kekal. Pada dasarnya kematangan jiwa dan fisik seseorang sangat besar artinya untuk memasuki gerbang rumah tangga. Karena perkawinan di usia muda sering kali menimbulkan masalah dibelakang hari, bahkan tidak sedikit berantakan ditengah jalan. Kasus perkawinan dibawah umur, masih kerap terlihat di daerah pedesaan dengan berbagai faktor yang melatar belakanginya. Desa Sumberejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang merupakan desa terpencil dengan kualitas (Sumber Daya Manusia) SDM yang masih rendah dan masih kental menjalankan adat budaya yang ada. Dimana peran orang tua dalam menentukan jodoh dan perkawinan bagi keturunannya sangat besar sekali pengaruhnya. Perkawinan dijadikan alternatif utama sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan permasalahan dalam keluarga. Sehingga hal ini menambah semakin panjangnya kasus perkawinan di bawah umur yang terjadi di desa tersebut. Dengan Semakin meningkatnya kasus perkawinan di bawah umur dari tahun ketahun di Desa Sumberejo. Timbul suatu pemikiran dari penulis guna mengadakan penelitian dalam bentuk skripsi, untuk mengetahui faktor apa saja yang melatar belakangi terjadinya perkawinan dibawah umur dan dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga. Disamping itu upaya – upaya apa, yang dilakukan oleh Kepala Desa dalam menanggulangi peningkatan kasus perkawinan dibawah umur. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan sifat penelitiannya eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara atau interview, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data dan penyajian data penelitian dengan pendekatan kualitatif, pada prinsipnya berproses dalam bentuk induksi, interpretasi dan konseptualisasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kasus perkawinan dibawah umur yang terjadi di Desa sumberejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.Disebabkan oleh faktor ekonomi yang menjadi faktor utama, bahwa perkawinan di bawah umur dilakukan sebagai alternatif untuk meringankan beban perekonomian keluarga. Dan faktor pendidikan yang rendah, membuat pola pikir dan perilaku mereka masih primitif dan kurang berkembang. Disamping itu masih berlakunya kebiasaan tradisional masyarakat, dengan melakukan perjodohan dan peminangan sejak kecil pada keturunan mereka. Ini dimaksudkan untuk menghindari dari perbuatan zina dan mengantisipasi pandangan masyarakat terhadap keturunan mereka, akan dijuluki perawan tua. Kian merebaknya free seks dikalangan remaja akibat semakin mengendornya kontrol sosial dalam masyarakat, karena adanya pergeseran nilai budaya yang ada. Kurang siapnya mental dan fisik mereka dalam berumah tangga, mengakibatkan keharmonisan dalam rumah tangga terganggu. Seringnya terjadi pertengkaran yang berujung pada kasus perceraian dan (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) KDRT yang dampaknya dirasakan juga oleh keturunan mereka. Akibatnya terjadi penelantaran dan pola asuh yang salah sehingga berpengaruh pada perkembangan dan masa depan anak. Perekonomian yang kian terpuruk akibat penghasilan yang minim, berdampak buruk bagi keluarga. Mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam keluarga. Serta terganggunya kesehatan ibu dan anak akibat kurang kesiapan fisik dan psikologi mereka, sehingga berpengaruh terhadap proses persalinan dan kesahatan bayi. Dengan labilnya usia mereka sehingga seringnya mengalami frustasi sehingga berdampak pada psikologis. Mengakibatkan timbulnya tekanan batin, strees dan depresi. Sehingga mengancam kebahagiaan, kesejahteraan dan kelangsungan hidup keluarga. Kurang adanya dukungan dan kerja sama yang baik antara pihak desa dengan masyarakat, serta kurangnya ketegasan, pengayoman dan kebijakan dari kepala desa utamanya dalam hal sosialisasi sadar hukum. Khususnya Undang – undang Perkawinan No 1 Tahun 1974, yang mengatur tentang batas umur dalam melangsungkan perkawinan. Membuat kasus perkawinan di bawah umur di Desa Sumberejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang kian meningkat dengan tidak adanya titik terang jalan penyelesaiannya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 02 Jun 2012 03:11
Last Modified: 02 Jun 2012 03:11
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6393

Actions (login required)

View Item View Item