TINJAUAN YURIDIS KRIMINOLOGIS TERHADAP AKIBAT KONFLIK ANTAR NELAYAN (Studi Kasus Pengrusakan Antar Nelayan di Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan)

Augustien, Eka (2006) TINJAUAN YURIDIS KRIMINOLOGIS TERHADAP AKIBAT KONFLIK ANTAR NELAYAN (Studi Kasus Pengrusakan Antar Nelayan di Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_YURIDIS_KRIMINOLOGIS_TERHADAP_AKIBAT_KONFLIK.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mengangkat fenomena kehidupan nelayan yang merupakan salah satu komunitas yang mempunyai karakter khusus pada negeri ini. Penelitian ini memberikan perhatian lebih pada analisa faktor penyebab konflik antar nelayan tradisional dengan nelayan modern yang hari ini menjadi salah satu permasalahan serius pada komunitas nelayan. Tujuan penelitian ini, untuk mendapatkan gambaran bagaimana bentuk-bentuk koflik dan akibat yang terjadi, faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya konflik, dan bagaimana penegakan hukumnya. Berdasarkan persoalan utama dan metode deskripif kualitatif yang dipergunakan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab konflik antar nelayan pada komunitas nelayan Desa Batah Barat yang paling dominan untuk faktor internal adalah tingkat perbedaan teknologi peralatan tangkap antara nelayan modern dengan nelayan tradisional. Sedangkan pada faktor eksternal pada tingkat perebutan wilayah batas penangkapan pada suatu daerah Kota / Kabupaten, serta perebutan sumber daya alat-alat produksi dan kesempatan ekonomi. Berdasarkan penelitian dilapangan dan studi literatur, adanya koflik nelayan disini menunjukkan bahwa konflik nelayan terjadi dengan kekerasan sosial dan sikap anarkhis yang dapat menimbulkan korban. Baik korban materiil maupun korban jiwa. Namun kekerasan yang terjadi selama ini merupakan perbuatan melawan hukum yang tidak pernah dikenakan sanksi, karena setiap ada konflik selalu diselesaikan secara damai dan musyawarah. Hal ini juga dipengaruhi oleh para aparat hukum yang kurang tegas dalam menjalankan tugasnya. Maka untuk mencegah sering timbulnya konflik yang mengarah kepada tekanan fisik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern perlu adanya penegakan hukum secara tegas yang melarang tentang pengoperasian / penggunaan alat tangkap modifikasi seperti jaring trawl / mini trawl yang dapat merusak ekosistem laut dan dapat mengakibatkan kecemburuan sosial.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 01 Jun 2012 07:17
Last Modified: 01 Jun 2012 07:17
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6359

Actions (login required)

View Item View Item