Penerapan Penjatuhan Sanksi Kepada Anak Nakal Dalam Perspektif UU No. 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika (Studi di Kota Banjarmasin)

Agustina Setiawaty, Farah (2006) Penerapan Penjatuhan Sanksi Kepada Anak Nakal Dalam Perspektif UU No. 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika (Studi di Kota Banjarmasin). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
Penerapan_Penjatuhan_Sanksi_Kepada_Anak_Nakal_Dalam_Perspektif.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas mengenai Realita kasus narkotika yang dilakukan oleh anak di Poltabes Banjarmasin, Latar belakang anak nakal melakukan tindak pidana narkotika, dan bagaimana pelaksanaan penerapan penjatuhan sanksi kepada anak nakal yang melakukan tindak pidana narkotika. Hal ini dipilih karena anak sebagai bagian dari generasi muda dan masalah narkoba adalah salah satu masalah yang mengancam ketertiban dan keamanan bangsa dan sebagai masalah serius bangsa. Salah satu upaya untuk mengetahui realita kasus narkotika yang dilakukan oleh anak, latar belakang anak nakal melakukan tindak pidana narkotika, dan penjatuhan sanksinya, maka metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis yaitu suatu penelitian yang dilakukan terhadap keadaan nyata dimasyarakat dengan maksud untuk menemukan fakta kemudian masalah pada akhirnya kepada penyelesaian masalah. Analisa penulisan dilakukan dengan metode diskriptif analistis. Penelitian ini dilakukan di Kota Banjarmasin dengan responden Penyidik yang pernah menangani masalah narkotika yang dilakukan oleh anak di Banjarmasin, beberapa anak yang terlibat penyalahgunaan narkotika, dan hakim anak yang ada di Pengadilan Negeri Banjarmasin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa realita kasus narkotika yang dilakukan oleh anak di Poltabes Banjarmasin dengan pelaku anak menunjukkan persentase lebih kecil dibanding dengan pelaku dewasa. Jenis narkotika yang banyak digunakan adalah narkotika jenis ganja. Mengenai tingkat pendidikan mereka dari mereka berkisar pada usia masih ABG, yaitu berusia sekitar 12 tahun sampai dengan 17 tahun. Mengenai faktor-faktor yang melatar belakangi anak melakukan tindak pidana narkotika adalah kebanyakan dari mereka mengakui bahwa faktor ekonomi yang mendasari mereka untuk melakukan tindak pidana narkotika khususnya bagi anak yang berstatus sebagai pengedar dan kurir, selain itu faktor keluarga yang kebanyakan yang broken home, faktor lingkungan dan faktor keterbatasan pengetahuan tentang bahaya narkotika juga menjadi salah satu faktor mereka melakukan tindak pidana narkotika. Mengenai penjatuhan sanksi kepada anak yang melakukan tindak pidana narkotika tidak semuanya dijatuhkan sanksi pidana, ada yang dibijaksanai tergantung dari berat ringan kasusnya. Bagi yang berat tetap dilanjutkan ke Pengadilan. Di Pengadilan hakim dalam mengambil penjatuhan sanksi tetap mengacu pada UU No.3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak, karena dalam UU No.22 Tahun 1997 Tentang Narkotika tidak mengatur secara spesifik tentang penjatuhan sanksi anak yang melakukan tindak pidana narkotika. Bagi anak yang berstatus pemakai di serahkan ke panti rehabilitasi yang berada di Kota Martapura yang berkerjasama dengan Dinas Sosial. Saran yang diberikan oleh penulis adalah agar pemerintah secepatnya memikirkan untuk pembuatan LAPAS khusus anak untuk daerah Banjarmasin dan sekitarnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya dan untuk panti rehabilitasi agar dilengkapi dengan fasilitas medis untuk penyembuhan bagi yang ketergantungan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 01 Jun 2012 02:43
Last Modified: 01 Jun 2012 02:43
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6324

Actions (login required)

View Item View Item