PERTENTANGAN KONSEP KEJAHATAN ANTARA MASYARAKAT DENGAN KUHP DALAM KEJAHATAN ZINA (Studi di Kecamatan Sampang)

Agus Nusulan, Feri (2006) PERTENTANGAN KONSEP KEJAHATAN ANTARA MASYARAKAT DENGAN KUHP DALAM KEJAHATAN ZINA (Studi di Kecamatan Sampang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERTENTANGAN_KONSEP_KEJAHATAN_ANTARA_MASYARAKAT.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah mengenai Pertentang Konsep Kejahatan antara masyarakat dengan KUHP dalam kejahatan Zina (Studi di Kecamatan Sampang) dimana terbukti bahwa di lokasi penelitian ternyata masyarakat lebih memahami kejahatan zina dari perspektif hukum Islam. Tujuan dan sekaligus menjadi permasalahan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui bagaimana pandangan dan pemahaman masyarakat mengenai konsep atau pengertian kejahatan zina; (2) Untuk mengetahui bagaimana reaksi atau sikap masyarakat terhadap kejahatan zina. Metode yang dipakai dalam penelitian ini metode deskriptif analisis ini hasil penelitian lapangan yang berupa pembahasan terhadap data dengan cara menggambarkan data yang diperoleh dari penelitian dikaitkan dengan kajian teoritis dan yuridis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Pandangan berbagai kalangan mengenai pengertian kejahatan zina terdiri dari 2 pandangan, yaitu pertama, bahwa zina adalah perbuatan bersetubuh yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan tanpa didasari oleh perkawinan yang sah, sebanyak 7 responden; kedua, menganggap zina adalah perbuatan bersetubuh antara laki-laki dan perempuan yang salah satu atau kedua-duanya sudah beristri atau bersuami, dimana istri atau suaminya mengajukan pengaduan atas perbuatan zina tersebut, sebanyak 3 responden. Dengan demikian disimpulkan bahwa terjadi pertentangan pandangan antara konsep kejahatan menurut mayoritas masyarakat Sampang dengan KUHP, yaitu kejahatan zina adalah perbuatan bersetubuh antara laki-laki dan perempuan yang belum atau tidak terikat tali pernikahan. Sedangkan dalam KUHP konsep kejahatan zina adalah persetubuhan antara laki-laki dengan perempuan tanpa ikatan perkawinan yang sah, namun disyaratkan dua hal yaitu (a). bahwa salah satu atau kedua-duanya sudah beristri atau bersuami; (b). Harus ada pengaduan dari pihak istri atau suami yang dirugikan. Pertentangan konsep itu nampaknya dipengaruhi oleh jabatan, aktifitas keseharian atau profesi mereka, hal ini ditunjukkan oleh ternyata bagi kalangan praktisi, seperti Polri, Jaksa, Hakim dan Pengacara, pandangan mereka cenderung mengikuti ketentuan hukum positif (KUHP). (2). Bahwa sikap atau reaksi masyarakat terhadap kejahatan zina di kecamatan Sampang adalah lebih mengedepankan penanganannya kepada Kyai. Kyai dalam hal ini bertindak sebagai mahkamah. Hukuman yang dijatuhkan oleh Kyai berupa dera, pengusiran dan dianjurkan perceraian. A. Sebagai penutup disarankan bahwa Dalam upaya menanggulangi kejahatan zina, dikemukakan beberapa saran berikut ini. (1). Perlu segera dilakukan penyempurnaan ketentuan-ketentuan pasal dalam KUHP, khususnya berkenaan dengan pasal perzinaan, yaitu sudah tidak tepat lagi, jika zina hanya diperuntukkan bagi mereka (suami atau istri) yang melakukan hubungan seks tanpa ikatan perkawinan yang sah. Artinya konsep Zinah, yaitu Persetubuhan di luar perkawinan yang sah selama mengganggu perasaan susila masyarakat sebagimana dituangkan dalam pasal 420 Rancangan KUHP tahun 2005 hendaknya segera diberlakukan. (2). Jika saran pertama di atas masih memerlukan waktu, maka sejogyanya pihak legislatif di daerah (Sampang) hendaknya membuat Perturan Daerah (PERDA) tentang zina yang bernuansa syareat Islam, toh juga masyarakat dalam prakteknya nyata-nyata beranggapan bahwa hukum Islam-lah yang layak untuk dijadikan dasar atau pedoman dalam menyikapi kejahatan zina.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 01 Jun 2012 02:29
Last Modified: 01 Jun 2012 02:29
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6318

Actions (login required)

View Item View Item