PENJAMINAN SECARA FIDUSIA TERHADAP IJIN MENEMPATI ATAS BANGUNAN PASAR DI KABUPATEN JEMBER (Studi di Bank Rakyat Indonesia Tbk.Tanjung Jember)

Agung Wibowo, Marsetyo (2006) PENJAMINAN SECARA FIDUSIA TERHADAP IJIN MENEMPATI ATAS BANGUNAN PASAR DI KABUPATEN JEMBER (Studi di Bank Rakyat Indonesia Tbk.Tanjung Jember). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENJAMINAN_SECARA_FIDUSIA_TERHADAP_IJIN_MENEMPATI.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Tujuan melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan undang-undang No.42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia mengenai proses pembebanan secara fidusia terhadap ijin menempati atas bangunan pasar. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif atau nonstatistik, dasar penggunaan penelitian deskriptif diharapkan dapat memperoleh gambaran-gambaran yang lengkap dan jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan judul proposal dan permasalahan yang disajikan yang kemudian dipadukan dengan apa yang didapat dari penelitian kepustakaan yang tujuannya adalah mendapatkan jawaban permasalahan yang telah di kemukakan. Perkembangan lembaga jaminan fidusia dirasakan oleh masyarakat sangat memberikan manfaat kepada masyarakat itu sendiri. Hal ini semakin terlihat ketika masyarakat khususnya sangat membutuhkan pinjaman modal guna mengembangkan usahanya, sedangkan masyarakat tersebut tidak dapat menyerahkan benda yang bersangkutan untuk dijadikan sebagai jaminan kepada pihak bank. Karena hal ini secara tidak lagsung dapat menghentikan usaha calon debitur yang bersangkutan. Jika benda yang dijadikan jaminan hutang tersebut berupa hak pakai atas bangunan yang berdiri di atas tanah negara atau tanah orang lain, apabila dilihat dalam UU No.4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan hanya menentukan tanah hak milik, hak guna usaha, dan hak guna bangunan saja yang dapat dibebani dengan menggunakan hak tanggungan, di luar itu terhadap hak pakai hanya bisa dibebani dengan fidusia. Permasalahan yang penulis bahas dalam skripsi ini adalah latar belakang pihak bank menerima hak pakai atas bangunan sebagai jaminan fidusia, proses pembebanan fidusia terhadap hak pakai atas bangunan. Sedangkan tujuan dari penulis ini adalah untuk mengkaji dan menganalisa permasalahan tersebut di atas. Surat Ijin Menempati Sebagai Tanda Bukti Hak Menempati/Pakai atas bangunan Pasar pada dasarnya dapat dijadikan sebagai jaminan hutang secara fidusia dalam praktek perbankan ialah berdasarkan pada bunyi pasal 4 ayat (1) Undang-Undang No.5 Tahun 1960 tentang Hak Tanggungan, dimana hak atas tanah yang dapat dibebani hak tanggungan berupa hak milik, hak guna usaha dan hak guna bangunan. Sehingga selain hak atas tanah di atas hak sewa maupun hak pakai kecuali hak pakai atas tanah negara hanya bisa dibebani secara fidusia. Untuk pembebanan jaminan fidusia itu sendiri melihat ketentuan dalam pasal 5 ayat (1) Undang-Undang No.42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia harus dibuat dalam bentuk akta notaris. Sedangkan untuk menjamin kepastian hukumnya jaminan tersebut harus didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia sesuai pada pasal 11 ayat (1) dan (2). Kata Kunci : Jaminan Fidusia, Surat Ijin Menempati, Bangunan Pasar.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 01 Jun 2012 02:23
Last Modified: 01 Jun 2012 02:23
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6315

Actions (login required)

View Item View Item