PENERAPAN HAK EX OFFICIO HAKIM PADA PERKARA CERAI TALAK DAN CERAI GUGAT KARENA TIDAK ADANYA TANGGUNG JAWAB SUAMI DI PENGADILAN AGAMA MALANG

FUADI AL-­IDRUS, IN’ AM (2007) PENERAPAN HAK EX OFFICIO HAKIM PADA PERKARA CERAI TALAK DAN CERAI GUGAT KARENA TIDAK ADANYA TANGGUNG JAWAB SUAMI DI PENGADILAN AGAMA MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENERAPAN_HAK_EX_OFFICIO_HAKIMPADA_PERKARA_CERAI_TALAK_DAN_CERAI_GUGATKARENA_TIDAK_ADANYA_TANGGUNGJAWAB_SUAMIDI_PENGADILAN_AGAMA_MALANG.pdf

Download (77kB) | Preview

Abstract

Hak ex officio memiliki pengertian karena jabatan. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa hak ex officio hakim adalah hak yang ada pada hakim yang penerapannya dilakukan karena jabatan demi terciptanya keadilan bagi masyarakat. Peradilan Agama merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman yang berfungsi dan berperan menegakkan keadilan, kebenaran, ketertiban dan kepastian hukum. Peradilan Agama dalam kewenangannya untuk melayani keadilan bagi masyarakat Islam dibidang tata hukum Islam diantaranya adalah perkawinan, kewarisan, wasiat, hibah, wakaf dan shodaqoh sebagaimana diatur dalam pasal 49 (1) Undang­undang No. 7 Tahun 1989. Menurut Undang­undang perkawinan pasal 1 No.1 Tahun 1974 perkawinan yaitu ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Putusnya perkawinan di Indonesia pada umumnya disebabkan karena cerai talak, namun tidak sedikit yang putus karena putusan pengadilan. Dalam Undang­undang No. 1 Tahun 1974 pasal 38 tentang putusnya perkawinan serta akibatnya dijabarkan bahwa perkawinan dapat putus karena karena kematian, perceraian dan atas putusan pengadilan. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti berusaha untuk mengetahui bagaimana penerapan hak ex officio hakim pada perkara cerai talak jika istri mengajukan tuntutan karena tidak adanya tanggungjawab suami dan bagaimana penerapan hak ex officio hakim pada perkara cerai gugat jika istri mengajukan tuntutan karena tidak adanya tanggungjawab suami.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Syariah
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 31 May 2012 07:58
Last Modified: 31 May 2012 07:58
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6298

Actions (login required)

View Item View Item