KAJIAN SOSIOLOGIS KRIMINOLOGIS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILATAR BELAKANGI PERZINAAN DAN PROBLEM PENEGAKKAN HUKUMNYA (Studi Kasus di Desa Pandan Lajang Kec. Arosbaya Kab. Bangkalan Madura)

AZIZ BASHORI, ABDUL (2006) KAJIAN SOSIOLOGIS KRIMINOLOGIS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILATAR BELAKANGI PERZINAAN DAN PROBLEM PENEGAKKAN HUKUMNYA (Studi Kasus di Desa Pandan Lajang Kec. Arosbaya Kab. Bangkalan Madura). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KAJIAN_SOSIOLOGIS_KRIMINOLOGIS_TINDAK_PIDANA.pdf

Download (143kB) | Preview

Abstract

Kasus tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh H. Muarip terjadi di Desa Pandan Lajang Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan Madura menunjukkan betapa mudahnya seseorang melakukan pembunuhan dengan cara sadis dan segala alasan yang melatar belakanginya. Penelitian ini mengambil rumusan masalah : 1. Faktor apa yang mendorong pelaku melakukan tindak pidana pembunuhan yang dilatarbelakangi perzinaan? 2. Bagaimanakah problem penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan yang dilatarbelakangi perzinaan? Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis-kriminologis, teknik pengumpulan datanya berupa wawancara dan dokumentasi. Kemudian data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif. Dari hasil penelitian terhadap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh H. Muarip diperoleh data-data faktor yang mendorong pelaku yaitu: 1. Faktor harga diri 2. Faktor pendidikan yang rendah. Dalam kasus ini juga terdapat problem dalam upaya penegakan hukumnya yaitu: 1. Lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku pembunuhan 2. Menghadirkan Saksi Dalam Persidangan Kesimpulannya, terdakwa H. Muarip sebagai orang yang melakukan tindak pidana pembunuhan biasa yaitu pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) karena telah memenuhi unsur-unsur obyektif dan subyektif. Berdasarkan terpenuhinya unsur-unsur tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa faktor yang melatar belakangi tindak pidana pembunuhan, yaitu faktor pelecehan harga diri dan faktor pendidikan yang rendah. Sedangkan problem penegakan hukum dalam kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi perzinaan yang banyak terjadi yakni merekayasa proses peradilan dengan menyerahkan sejumlah uang kepada oknum penegak hukum agar hukuman jadi ringan. Problem yang kedua adalah ketidakhadiran keempat saksi dalam persidangan, Saran, Instansi penegak hukum harus bersikap profesional dalam upaya menegakkan hukum. Tokoh masyarakat atau pemuka agama mempunyai peranan yang besar dalam upaya mengurangi tingginya angka pembunuhan yang dilatarbelakangi perzinaan. ABSTRACT Murder crime case done by H. Muarip that occurred in Pandan Lajang Village of Arosbaya Sub-District of Bangkalan County of Madura shows how easy for someone to murder sadistically with all of reason grounding it. The research problems are (1) what are the factors motivating the criminal to murder on the fornication basis? And (2) how is law maintenance problem to the criminal of murder on the fornication basis? This research uses criminological-sociological juridical approach method. Its data collecting technique is interview and documentation. Further, research data is analyzed descriptively. From the research result of the murder cases done by H. Muarip, it is obtained data about factors motivating criminal that are 1) Self-esteem, 2) low education level. In this case, there is also problem in attempt to maintain the law that are 1) lack of law maintenance on murder criminal and 2) presenting witnesses in court. The conclusion is H. Muarip’s case included in the ordinary murder criminal according to section 338 Criminal Code (KUHP) because it has fulfilled objective and subjective elements. By the fulfillment of those elements, hence it can be explained that factors grounding murder crime is fornication, self-esteem insulting and low education level. While, law maintenance problems in the case of murder on the fornication basis is modifying judicature process by transferring some money to the law enforcer person in order to demulcent the punishment. The second problem is the absence four witnesses in the judicature. Suggestion: law enforcer instance must be professional in maintaining law. Public figure or religion leaders have big role in attempt to decrease the high murder rate on the fornication basis. So that, it must be done by educating public about murder that breaking the law and forbidden by the religion.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 31 May 2012 03:24
Last Modified: 31 May 2012 03:24
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6229

Actions (login required)

View Item View Item