PARTISIPASI MASYARAKAT SAMIN DALAM MENDUKUNG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (Studi di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah)

ASRIFAH, ASRIFAH (2006) PARTISIPASI MASYARAKAT SAMIN DALAM MENDUKUNG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (Studi di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PARTISIPASI_MASYARAKAT_SAMIN_DALAM_MENDUKUNG_PENYELENGGARAAN_PEMERINTAHAN_DESA.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Masyarakat Samin merupakan salah satu sosiologi masyarakat di Indonesia yang memiliki semangat tradisional yang cukup kuat. Sebagai masyarakat yang memiliki sejarah perlawanan dengan tokohnya bernama Samin Surontika, masyarakat Samin sangat dikenal sebagai karakter masyarakat yang sangat tertutup. Hal tersebut dilatari oleh kebudayaan dan keyakinan masyarakat yang menganut salah satu kepercayaan Jawa Kuno. Sehingga dalam kesadaran masyarakat Samin, peran pemimpin kultural mereka akan menjadi hal yang sangat berpengaruh bagi dinamika sosial politik masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Adapun hasil dari penelitian tentang partisipasi masyarakat Samin dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah, penulis membaginya menjadi 6 (enam) bidang, yakni: Bidang Pemerintahan; Bidang Lingkungan; Bidang Keagamaan; Bidang Pendidikan; Bidang Kebudayaan dan Bidang Perekonomian. Keenam bidang tersebut memiliki pengaruh bagi penyelenggaraan pemerintahan desa Baturejo. Kesimpulan pada penelitian tentang partisipasi masyarakat Samin dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah adalah: pertama, di Bidang Pemerintahan, masyarakat Samin terkenal dengan keteraturan sosialnya. Walaupun pemerintahan desa Baturejo tidak memiliki sistem pemerintahan yang jelas, namun masyarakat dengan sendirinya masih menjaga keteraturan dan tetap menghargai, menghormati dan taat kepada pemerintahan desa. Selain itu, masyarakat Samin taat membayar pajak, tetapi dengan syarat istilah pajak diganti dengan nama urunan hasil panen sebagai alih-alih pajak. Kedua, di Bidang Lingkungan, masyarakat Samin memiliki pandangan yang sangat positif terhadap lingkungan, dengan demikian kekayaan alam desa Baturejo tetap akan terjaga. Ketiga, di Bidang Keagamaan, Saminisme tidak membeda-bedakan agama. Dengan demikian sikap saling hormat menghormati antara pemeluk agama akan tercipta dan konflik antar agama akan terhindari. Keempat, di Bidang Pendidikan, mayoritas masyarakat Samin yang tinggal di desa Baturejo langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi pola kehidupan mereka secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan sosial ekonomi mereka. Kelima, di Bidang Kebudayaan, masyarakat Samin memiliki tata cara sendiri dalam hal perkawinan dan kematian. Adat perkawinan yang berlaku adalah endogamy dan tidak dikenal lembaga perkawinan seperti yang telah diamanatkan oleh Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam hal kematian, menurut sesepuh Samin bahwa orang itu tidak mati, tetapi Salin Sundhangan, artinya apabila roh lepas dari raga, maka ia akan reinkarnasi. Keenam, di Bidang Perekonomian, mayoritas masyarakat Samin bekerja sebagai petani. Hal ini dilatarbelakangi oleh pemahaman bahwa aktivitas-aktivitas yang lain seperti berdagang bertentangan dengan ajaran Samin yang menjunjung nilai-nilai kejujuran. Menurut mereka, kegiatan berdagang tidak luput dari kebohongan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 30 May 2012 07:35
Last Modified: 30 May 2012 07:35
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6205

Actions (login required)

View Item View Item