ANALISA KUALITAS UNIT PRODUK MEBEL PADA PERUM PERHUTANI KIPKJ CEPU DALAM RANGKA EFISIENSI BIAYA PRODUKSI

ARGIANTO, RONY (2006) ANALISA KUALITAS UNIT PRODUK MEBEL PADA PERUM PERHUTANI KIPKJ CEPU DALAM RANGKA EFISIENSI BIAYA PRODUKSI. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISA_KUALITAS_UNIT_PRODUK_MEBEL_PADA_PERUM_PERHUTANI_KIPKJ_CEPU_DALAM_RANGKA_EFISIENSI_BIAYA_PRODUKSI.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat aplikasi model pada Perum PERHUTANI KIPKJ Cepu dengan judul “Analisa Pengendalian Kualitas Unit Produk Mebel Pada Perum PERHUTANI KIPKJ Cepu Dalam Rangka Efisiensi Biaya Produksi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa faktor penyebab terjadinya penyimpangan kualitas produk pada Perum PERHUTANI Cepu dan untuk memperoleh laba yang optimal, apakah perusahaan menjual langsung produk cacat atau mendesain ulang produk cacat tersebut. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah diagram sebab akibat dan analisa biaya produksi. Dengan menggunakan teknik ini akan diketahui faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan kualitas produk pada Perum PERHUTANI KIPKJ Cepu yaitu faktor mesin, manusia, metode, material dan lingkungan kerja. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisa biaya produksi. Pada produk Belvedere Folding Table (Butter) harga jual seluruh produk cacat adalah Rp. 906.198,45 dan seluruh biaya produksinya adalah sebesar Rp. 1.528.159,266. Dari sini terlihat bahwa harga jual produk cacat tidak dapat menutupi biaya produksi. Sedangkan untuk harga jual seluruh produk proses ulang adalah Rp. 1.812.396,9 dan seluruh biaya produksinya adalah sebesar Rp. 1.733.025,9332. Dari sini terlihat bahwa harga jual produk proses ulang dapat menutupi biaya produksi. Untuk produk Hampton Folding Chair harga jual seluruh produk cacat adalah Rp. 7.354.181,885 dan seluruh biaya produksinya adalah sebesar Rp. 12.401.656,0558. Dari sini terlihat bahwa harga jual produk cacat tidak dapat menutupi biaya produksi. Sedangkan untuk harga jual seluruh produk proses ulang adalah Rp. 14.708.363,77 dan seluruh biaya produksinya adalah sebesar Rp. 12.728.586,0548. Dari sini terlihat bahwa harga jual produk proses ulang dapat menutupi biaya produksi. Dengan demikian sebaiknya perusahaan melakukan proses ulang terhadap produk cacat yang mana selain dapat mengefisiensi biaya produksi, perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan yang optimal

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 30 May 2012 03:50
Last Modified: 30 May 2012 03:50
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6162

Actions (login required)

View Item View Item