UJI KADAR Cu (Tembaga) PADA MAKANAN YANG DIJUAL DI TEPI JALAN DI DAERAH KOTA MADYA MALANG

ANWAR, HAIRIL (2006) UJI KADAR Cu (Tembaga) PADA MAKANAN YANG DIJUAL DI TEPI JALAN DI DAERAH KOTA MADYA MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
UJI_KADAR_Cu.pdf

Download (53kB) | Preview

Abstract

Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia untuk menunjang kehidupan, jika ditinjau dari segi kesehatan, makanan berfungsi sebagai sumber energi, zat pembangunan, dan zat pengatur juga mempunyai peran dalam penyebaran racun. Keracunan makanan dapat disebabkan antara lain adanya pembubuhan bahan kimia yang melebihi dosis, selain itu juga karena tercemar secara tidak sengaja oleh zat kimia seperti, logam. Kontaminasi zat kimia secara tidak langsung bisa terjadi ketika masuk ke dalam makanan saat proses produksi, pengemasan, penggorengan atau penyimpanan. Logam Tembaga (Cu) adalah berwarna coklat kemerah - merahan sifatnya dapat ditempa, dan dilihat. Logam Tembaga (Cu) merupakan logam yang tidak terlepas dari ikatan kompleknya karena hidrolisis maupun degradasi, yang akan menyebabkan perubahan warna, ketengikan, kekeruhan, maupun perubahan rasa. Maka dari itu para pedagang banyak mempergunakan zat – zat lain sebagai penstabil untuk mengurangi gejala kejelekan mutu di atas, penstabil bahan tersebut dinamakan sekuestran, sehingga sekuestran dapat mengalahkan sifat dan pengaruh jelek logam tersebut dalam bahan, dengan demikian senyawa ini dapat membantu menstabilkan warna, cita rasa dan tekstur. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium kimia Universitas Brawijaya pada tanggal 11 April 2006. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif yang bertujuan untuk mengetahui berapakah kadar logam berat tembaga (Cu) pada makanan tepi jalan dan mengetahui adakah perbedaan Kadar Cu pada jenis makanan tempe dan pisang yang dijual ditepi jalan didaerah Tlogomas, Landungsari dan Blimbing Kotamadya Malang. Dari hasil penelitian melalui metode spektrofotometri yang dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Brawijaya diketahui bahwa Kadar Cu yang tertinggi terdapat pada makanan tempe yang dijual diwaktu siang didaerah Blimbing, yaitu dengan Kadar = 4.50 mg/kg dan Kadar Cu yang terendah pada makanan tempe yang dijual diwaktu siang didaerah Landungsari, yaitu dengan Kadar = 2,63 mg/kg. Sedangkan Kadar Cu yang tertinggi pada makanan pisang terdapat pada makanan yang dijual diwaktu siang didaerah Blimbing, yaitu dengan Kadar = 2,13 mg/kg. dan Kadar Cu yang terendah terdapat pada Makanan Pisang yang dijual diwaktu pagi didaerah Landungsari, yaitu dengan Kadar = 1.05 mg/kg. Berdasarkan Analisis data uji Normalitas dan uji t dapat disimpulkan bahwa Kadar Cu pada jenis makanan tempe dan pisang diterima artinya terdapat perbedaan yang nyata. Dengan hasil t hitung sebesar 6,9128 sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikan 0,05 pada dk 10 sebesar 2,23 sehingga t hitung > t tabel (6,9128 > 2,23) sehingga H0 ditolak dan hipotesis diterima.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 30 May 2012 03:08
Last Modified: 30 May 2012 03:08
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6142

Actions (login required)

View Item View Item