ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENYALURAN KREDIT DENGAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)(Analisis pada bank – bank umum di wilayah kerja BI Malang tahun 2000 - 2004)

FAJAR SUKMANA, RENDRA (2007) ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENYALURAN KREDIT DENGAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)(Analisis pada bank – bank umum di wilayah kerja BI Malang tahun 2000 - 2004). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_HUBUNGAN_ANTARA_PENYALURANKREDIT_DENGAN_PRODUK_DOMESTIK_REGIONALBRUTO.pdf

Download (44kB) | Preview

Abstract

Analisa ini merupakan studi tentang penyaluran kredit dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada bank – bank umum di wilayah kerja BI Malang tahun 2000 - 2004. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan penyaluran kredit dan PDRB tiap tahun di wilayah kerja BI Malang dalam periode tahun 2000 - 2004. Dari penelitian ini, penulis mengambil hipotesis yaitu diduga bahwa penyaluran kredit berpengaruh positif terhadap PDRB di wilayah kerja BI Malang selama periode tahun 2000 – 2004 secara signifikan. Dari penelitian yang dilakukan penulis menggunakan jenis penelitian analisa statistik induktif, yang berarti bahwa peneliti menggunakan data sekunder yang sudah ada di BI Malang dan menggunakan random sampling dalam pengambilan sampelnya serta menggunakan metode analisis korelasi pearson untuk mengetahui hubungan penyaluran kredit dengan PDRB. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan diketahui bahwa perkembangan bank – bank umum kota/ kabupaten tahun 2000 – 2004 mengalami peningkatan tiap tahunnya, begitu juga dengan penyaluran kredit dan PDRBnya. Untuk perkembangan penyaluran kredit yang mengalami peningkatan paling besar terletak di sektor primer pada tahun 2004 sebesar 124,94%. Sedangkan perkembangan PDRB yang mengalami peningkatan paling besar terletak di sektor primer pada tahun 2004 sebesar 9.55% . Peningkatan tersebut terjadi karena sektor primer merupakan sektor yang paling mendasar yang merupakan kebutuhan hidup sehingga permintaan masyarakat terhadap sektor ini akan semakin meningkat dengan seiring pertambahan penduduk yang semakin bertambah banyak sehingga jumlah produksi juga akan menglami peningkatan yang besar dan biaya produksi untuk sektor ini juga akan meningkat sehingga dibutuhkan penambahan dana yang besar melalui penyaluran kredit untuk biaya produksinya. Dari hasil nilai korelasi antara penyaluran kredit dengan PDRB yang mempunyai tingkat hubungan atau korelasi sangat tinggi adalah pada sektor primer dan tersier, hal itu terjadi karena pada sektor primer terdapat kebijakan pemerintah dengan mengimport barang dari luar negeri misal beras dan gula yang harganya cenderung lebih murah, sehingga untuk mengimbangi persaingan harga tersebut para petani membutuhkan penambahan dana melalui penyaluran kredit. Harga pupuk yang semakin lama semakin mahal sedangkan untuk memperoleh hasil produksi yang bermutu para petani membutuhkan beberapa pupuk yang jumlahnya cukup banyak sehingga dibutuhkan biaya produksi yang cukup besar, untuk biaya produksi yang cukup besar itu para petani membutuhkan penambahan dana bagi biaya produksinya melalui penyaluran kredit bank. Sedangkan tingkat hubungan atau korelasi yang sangat tinggi pada sektor tersier terjadi karena biaya produksi pada sektor tersier adalah sangat besar, sehingga jika terjadi penambahan yang sangat besar pada jumlah produksinya maka akan dibutuhkan dana yang sangat besar pula. Dan untuk biaya yang sangat besar tersebut maka dibutuhkan penambahan dana yang sangat besar melalui penyaluran kredit bank.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 28 May 2012 07:09
Last Modified: 28 May 2012 07:09
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6043

Actions (login required)

View Item View Item