STUDI DIFUSI DAN ADOPSI INFORMASI TERTIB LALU LINTAS FORUM KOMUNIKASI LALU LINTAS SOPAN, AMAN, TERTIB DAN PATUH UNDANG­ UNDANG (FORMULA SATU) PADA KEPOLISIAN RESOR KOTA MALANG

Ermawati, Vivi (2007) STUDI DIFUSI DAN ADOPSI INFORMASI TERTIB LALU LINTAS FORUM KOMUNIKASI LALU LINTAS SOPAN, AMAN, TERTIB DAN PATUH UNDANG­ UNDANG (FORMULA SATU) PADA KEPOLISIAN RESOR KOTA MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
STUDI_DIFUSI_DAN_ADOPSI_INFORMASI_TERTIB_LALU_LINTAS_FORUM_KOMUNIKASI_LALU_LINTAS_SOPAN.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Selama tiga tahun terakhir ini jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas diwilayah Malang Raya sebanyak 291 korban jiwa dibandingkan dengan korban meninggal dunia akibat pembunuhan yang hanya 96 korban jiwa. Terkait dengan hal tersebut maka POLRESTA Malang melaksanakan program FORMULA SATU (Forum Komunikasi Lalu lintas Sopan Aman Tertib dan Patuh Undang­ undang), sebagai langkah antisipatif dalam rangka upaya menangani permasalahan lalu lintas yang terjadi di wilayah POLWIL Malang khususnya POLRESTA Malang. Selain itu program tersebut juga dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan citra polisi di mata masyarakat. Seperti diketahui bahwa selama ini telah tercipta stigma negative terhadap aparatur penegak hukum ini, sehingga dengan diluncurkannya program FORMULA SATU, diharapkan tercipta kedekatan hubungan antara polisi dengan masyarakat, khususnya pengguna jalan raya, melalui sikap dan aksi simpatik. Teori yang dipergunakan sebagai landasan berpijak dalam penelitian ini adalah konsep teori difusi informasi. Difusi dan adopsi informasi yang tampak pada kasus FORMULA SATU adalah bagaimana jajaran kepolisian sebagai actor penjual inovasi harus melakukan komunikasi secara efektif kepada para calon adopters yakni pengguna jalan raya untuk mensosialisasikan system nilai yang hendak dibangun melalui kepatuhan terhadap semua peraturan perundangan yang berlaku di jalan raya. Jadi terdapat proses menginternalisasikan (menanamkan dalam diri pribadi) nilai­nilai tertib lalu lintas dan mengembangkan masyarakat agar mampu melakukan pengamalan nilai­nilai itu secara dinamis. Penelitian ini menganalisi masalah yang didalamnya meliputi. (1) proses difusi informasi FORMULA SATU oleh POLRESTA Malang, (2) Proses adopsi informasi FORMULA SATU oleh masyarakat pengguna jalan raya di Kota Malang, dan (3) Efek dari tersebarnya informasi FORMULA SATU dalam masyarakat Kota Malang. Penelitian dengan jenis deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi sebagai pengumpulan data. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah sesuai dengan yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1992) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan (verifikasi). Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dalam menguji keabsahan data dengan sistem analisis selama dan setelah pengumpulan data. Informan yang digunakan sebagai unit analisa terdiri dari dua kelompok,kelompok pertama dari pihak Polresta Malang sejumlah 12 orang, dan yang kedua adalah dari masyarakat pengguna jalan raya di Kota Malang sejumlah 54 orang. Para informan tersebut diambil berdasarkan criteria yang sudah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2006 – Februari 2007. Hasil penelitiandiperoleh bahwa proses difusi inovasi yang dilakukan oleh Polresta Malang belum terbukti keefektifannya dikarenakan intensitas sosialisasinya yang kurang, tanpa adanya sosialisasi secara continue akan menghambat penyerapan informasi oleh masyarakat. Penerapan konsep inovasi dan difusi bagi adopsi inovasi FORMULA SATU juga ternyata tidaklah sederhana. Meskipun keputusan mengadopsi inovasi FORMULA SATU ini terletak pada aspek individu saja tetapi factor kepercayaan terhadap sumber inovasi (Polisi) juga diperhitungkan, karena peran sumber inovasi sebagai agen penyuluh menentukan proses adopsi inovasi di masyarakat. Secara garis besar ditinjau dari sifat pribadi dan nilai sosial, seluruh informan dari masyarakat pengguna jalan raya di Kota Malang merupakan pribadi yang peduli pada etika berlalu lintas serta masalah ketertiban lalu lintas, meskipun ada beberapa yang pernah dan masih melakukan pelanggaran. Menurut mereka masalah lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama dan solusi tepat mengatasi pelanggaran lalu lintas adalah dengan penertiban terhadap penegak hukumnya (polisi) terlebih dahulu baru kemudian kepada masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka masih bersikap skeptis terhadap pihak kepolisian. Dari pemaparan tersebut dapat diinterpretasikan bahwa sebelum seseorang memiliki tingkat informasi yang cukup dan pengaruh lingkungan belum begitu kuat, tidak mungkin mengadopsinya. Apalagi masalahnya adalah kepercayaan terhadap sumber inovasi. Setelah terselenggara, suatu inovasi akan mempunyai konsekuensi­ konsekuensi, dan sesuai pemaparan tersebut, dikarenakan masyarakat masih menemui pelanggaran oleh pihak Kepolisian , yang Nota Bene sebagai pembawa inovasi, konsekuensi logisnya adalah inovasi FORMULA SATU ini akan semakin sulit diadopsi oleh masyarakat. Atas hasil tersebut, bisa direkomendasikan kepada pihak Polresta Malang bahwa diperlukan kekonsistenan didalam mengawasi dan menindak perilaku negatif anggota Polri diwilayah Polwil Malang. Sehingga image anggota Polri bernilai positif, yang secara otomatis akan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Selain itu Polresta Malang juga perlu melakukan sosialisasi FORMULA SATU secara continue, sehingga tidak terkesan timbul tenggelam, hal ini akan membantu proses penyebaran inovasi dalam masyarakat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 28 May 2012 04:59
Last Modified: 28 May 2012 04:59
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6028

Actions (login required)

View Item View Item