SIKAP PETANI PENERIMA DANA KOMPENSASI BBM (Bahan Bakar Minyak) DAN ALOKASI PENGGUNAANNYA (Studi Kasus di Desa Talok- Kecamatan Turen-Kabupaten Malang)

AFRISTYA ANDINI, DIAN (2006) SIKAP PETANI PENERIMA DANA KOMPENSASI BBM (Bahan Bakar Minyak) DAN ALOKASI PENGGUNAANNYA (Studi Kasus di Desa Talok- Kecamatan Turen-Kabupaten Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
SIKAP_PETANI_PENERIMA_DANA_KOMPENSASI_BBM.pdf

Download (53kB) | Preview

Abstract

Pada tahun 2005 Pemerintah Indonesia mengambil suatu kebijakan yaitu mencabut subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak), subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) tersebut dialihkan menjadi dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk penduduk miskin. Tujuan dari pemberian dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) yaitu untuk menekan dampak negatif kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Semenjak subsidi BBM dicabut harga BBM (Bahan Bakar Minyak) menjadi naik, fenomena tersebut mengakibatkan harga barang non BBM (Bahan Bakar Minyak) juga naik. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui sikap petani penerima dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) . 2) Untuk mengetahui alokasi penggunaan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh petani. 3) Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara sikap dan penggunaan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Talok-Kecamatan Turen-Kabupaten Malang. Penentuan lokasi didasarkan atas pertimbangan bahwa telah dilaksanakan penerimaan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak), dimana banyak warga yang memperoleh dari kalangan petani. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus, dimana dengan mendata dan menyensus seluruh petani yang menerima dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) yang berjumlah 40 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah dilakukan dengan cara pembagian quesioner dan wawancara, serta mengambil data dari pihak-pihak yang terkait dengan penerimaan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) yaitu Pemerintah Desa Talok. Metode yang digunakan untuk menganalisa data dalam penelitian ini adalah: 1.Analisa sikap Fishbein Digunakan untuk menganalisa sikap yang diberikan oleh responden terhadap Dana Kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak). 2.Uji Chi-Kwadrat Digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara sikap dengan penggunaan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh petani. 3.Uji Korelasi Pearson Digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara sikap dengan penggunaan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh petani, terutama penggunaan dana kompensasi untuk keperluan produktif. Berdasarkan hasil penelitan petani yang bersikap baik terhadap dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) ditujukan pada atribut upaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan upaya pengembangan usaha (usaha tani). Sedangkan, petani yang bersikap kurang baik terhadap dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) ditujukan pada atribut upaya peningkatan kesejahteraan dan upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengalokasikan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) sebagian besar responden mengalokasikan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk keperluan konsumtif dari pada keperluan produktif. Berdasarkan hasil uji Chi-Kwadrat nilai hitung yaitu 0,327 lebih kecil dari nilai tabel yaitu 0,455 maka dapat diambil keputusan bahwa tidak ada hubungan antara sikap dengan penggunaan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak). Petani yang bersikap baik terhadap dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) menggunakan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk keperluan produktif, sedangkan petani yang bersikap kurang baik terhadap dana kompensasi BBM menggunakan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk keperluan konsumtif. Pada kenyataannya bahwa petani yang bersikap baik maupun kurang baik terhadap dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) menggunakan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak). Untuk memperkuat uji Chi-Kwadrat maka digunakan uji korelasi Pearson dari uji tersebut antara sikap petani dengan penggunaan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak), khususnya untuk keperluan produktif tidak signifikan atau tidak ada hubungan antara keduanya. Pada kenyataannya petani yang menggunakan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) lebih banyak untuk keperluan konsumtif atau 62,5% dari total responden 40 orang lebih banyak menggunakan dana kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk keperluan konsumtif

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 May 2012 02:13
Last Modified: 26 May 2012 02:13
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5927

Actions (login required)

View Item View Item