DAMPAK KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP KONSUMSI PANGAN DAN NON PANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG(UMM)

AFANDI, ACHMAD (2006) DAMPAK KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP KONSUMSI PANGAN DAN NON PANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG(UMM). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
DAMPAK_KENAIKAN_HARGA_BAHAN_BAKAR_MINYAK.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Kenaikan harga BBM memang merupakan momok bagi Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Muhammad Jusuf Kalla (MJK), karena dengan adanya keputusan untuk menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan melahirkan permasalahan yang komplek bagi semua bidang. Pada tanggal 1 Oktober 2005 Pemerintah resmi memasukkan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 50%-80% dengan perincian sebagai berikut Premium Rp.4500,00/liter, Minyak tanah Rp.2500,00/liter, beras Rp. 3000,00/kilogram. Dengan adanya kenaikan harga ini, sebagai gantinya pihak Pemerintah berjanji akan memberikan kompensasi sebesar Rp. 10,5 Trilyun Rupiah untuk rakyat miskin. Dana tersebut akan dialokasikan untuk biaya pendidikan, layanan kesehatan, pembanggunan infrastruktur didesa tertinggal diseluruh Indonesia. Berdasarkan latar belakang diatas maka data dirumuskan perasalahan yang ada yaitu: Bagaimana Dampak Kenaikan Harga BBM terhadap Konsumsi Pangan dan Non Pangan? sedangkan Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian adalah: Untuk mengetahui dampak kenaikan harga BBM terhadap konsumsi pangan dan konsumsi non pangan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga dengan adanya kenaikan harga BBM mengakibatkan menurunya tingkat konsumsi pangan dan non pangan mahasiswa. Penentun lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Pengambilan sampel dilakukan dengan kuota sampling. Adapun data yang dikumpulkan dari sumber data adalah sebagai berikut: Data Primer dan Data Sekunder, dimana dalam mencari perbedaan menggunakan rumus sebagai berikut: Setelah didapatkan nilai perbedaan didalam pola konsumsi tersebut, maka setelah tersebut digunakan uju t sebagai berikut: Ho: diterima jika t hitung < t (n-1), artinya tidak ada perbedaan rata-rata antara pengeluaran mahasiswa pada waktu sebelum dan sesudah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) H1: diterima jika t hitung > t (n-1), artinya ada perbedaan rata-rata antara pengeluaran mahasiswa pada waktu sebelum dan sesudah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Dimana: X1n: Jumlah Pengeluaran untuk Konsumsi Sebalum kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). X2n: Jumlah Pengeluaran untuk Konsumsi Setelah Kenaika Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). D : Nilai Perbedaan dari Jumlah Pegeluaran Sebelum dan Sesudah . n : Jumlah sebagai Contoh. Dari hasil out put terlihat bahwa Mean 70,570 dengan t tabel 1,66 Karena t hitung 8,770 > t tabel 1,66, maka disimpulkan tolak Ho artinya ada perbedaan antara pengeluaran mahasiswa secara statistik pada waktu sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. Hal ini bisa dilihat pada signifikan 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ho yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata antara pengeluaran mahasiswa pada waktu sebelum dan sesudah kenaikan harga Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditolak, dengan kata lain bahwa ternyata pada waktu kenaikan harga Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memberikan dampak terhadap pengeluaran Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 May 2012 02:04
Last Modified: 26 May 2012 02:04
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5923

Actions (login required)

View Item View Item