ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK KARET PTPN XIII (PERSERO) KEBUN TAMBARANGAN BANJARMASIN

EKO YANTO, DOSO (2007) ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK KARET PTPN XIII (PERSERO) KEBUN TAMBARANGAN BANJARMASIN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PERSEDIAAN_BAHAN_BAKU_PADA_PABRIK_KARET_PTPN_XIII.pdf

Download (75kB) | Preview

Abstract

Perkembangan dunia usaha saat ini telah memperlihatkan kemajuan dengan ditandai banyaknya perusahaan-perusahaan yang berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar. PT.PN XIII (Persero) Kebun Tambarangan adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan bahan baku karet basah menjadi bahan baku setengah jadi atau kering. Bahan baku karet yang setengah jadi disebut dengan Crumb Rubber, produk crumb rubber yang dihasilkan adalah SIR (Standart Indonesia Rubber) 20, produksinya dijual didalam dan diluar negeri. Penelitian yang dilakukan di PT.PN XIII (Persero) Kebun Tambarangan, memiliki tujuan: 1. Untuk mengetahui pengelolaan persediaan bahan baku dan kegunaan yang dilaksanakan pada pabrik Tambarangan. 2. Untuk menganalisis biaya di pabrik Tambarangan. 3. Untuk melakukan simulasi analisis EOQ sebagai pembanding biaya bahan baku pada pabrik Tambarangan Diketahui pada perhitungan analisis Trend dan kebutuhan bahan baku untuk tahun 2006, bahwa nilai a adalah sebesar 13.821.048,9 dan nilai b sebesar -541.245,3 oleh karena nilai b < 0, maka slope kemiringannya adalah negatif yang berarti bahwa setiap penambahan satu periode (waktu), maka jumlah kebutuhan bahan baku akan mengalami penurunan sebesar 541.245,3 Kg. Persamaan yang sama melalui fungsi kecenderungan dengan menggunakan Ŷ = a+bx, maka akan diketahui kebutuhan bahan baku untuk tahun 2006 yaitu sebesar 10.573.577. Penerapan EOQ (Economi Order Quantity) dalam rangka melihat sejauh mana efisiensi suatu perusahaan, maka dilakukan pembahasan mengenai pembanding hasil dari EOQ serta nilai yang diperoleh dari perusahaan. Analisis EOQ (Economi Order Quantity) digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku yang paling ekonomis. Frekuansi pemesanan per tahun digunakan untuk mengetahui berapa kali perusahaan atau pabrik melakukan pemesanan bahan baku berupa karet beku dengan lead time 2 hari, untuk mengatasi ketidakpastian bahan baku perusahaan perlu mengadakan persediaan pengaman. Persediaan minimum yang dalam hal ini adalah persediaan pengaman untuk menentukan reorder point, dan juga memerlukan penentuan waktu tunggu (lead time) yang optimal. Persediaan maksimum adalah merupakan jumlah persediaan yang paling besar, dan sebaiknya dipertahankan oleh perusahaan guna kelancaran proses produksinya, dan perlunya dilakukannya perhitungan biaya total adalah untuk mengetahui besarnya biaya total yang baiknya dikeluarkan oleh perusahaan untuk persediaan bahan baku. Berdasarkan dari rata-rata analisis biaya bahan sekarang dari tahun 2001-2005 dengan rata-rata biaya bahan menggunakan analisis EOQ mempunyai selisih yang cukup besar yaitu rata-rata selisih Rp 10.405.276.000,. berarti menerapkan konsep EOQ akan lebih meningkatkan efisiensi biaya pada perusahaan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 25 May 2012 07:28
Last Modified: 25 May 2012 07:28
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5915

Actions (login required)

View Item View Item