“ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP DITINJAU DARI SUDUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) DAN PERPAJAKAN PADA PT. PESONA REMAJA MALANG.

A, Mei Rida Dwi (2010) “ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP DITINJAU DARI SUDUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) DAN PERPAJAKAN PADA PT. PESONA REMAJA MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PENERAPAN_METODE_PENYUSUTAN_AKTIVA_TETAPDITINJAU_DARI_SUDUT_STANDAR_AKUNTANSI_KEUANGAN.pdf

Download (75kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan Tekstil dengan judul Analisis Penerapan Metode Penyusutan Aktiva Tetap Ditinjau Dari Sudut Standar Akuntansi Keuangan (Sak) Dan Perpajakan Pada PT. Pesona Remaja Malang Penelitian ini bertujuan untuk apakah metode penyusutan aktiva tetap yang diterapkan perusahaan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan Undang-undang perpajakan dan mengetahui perbedaan antara Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Undang-Undang Perpajakan mengenai perbedaan perlakuan akuntansi aktiva tetap dengan menggunakan perhitungan depresiasi berdasarkan ketentuan Standar Akuntansi Keuangan dan Undang-Undang Perpajakan no. 17 tahun 2000. Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan atas aktiva tetap yang memiliki umur terbatas dan bila habis masa penggunaan bisa diganti dengan aktiva sejenis, membandingkan metode penyusutan aktiva tetap berdasar Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Undang-undang Perpajakan No 17 tahun 2000 tentang pajak Penghasilan. Data-data yang digunakan adalah daftar aktiva tetap yang dimiliki perusahaan ,kebijakan akuntansi perusahaan terhadap aktiva tetap yang dimilikinya dan laporan keuangan perusahaan yang berakhir 31 Desember 2004. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode penyusutan aktiva tetap berdasarkan Standar Akuntansi keuangan dan Undang-Undang Perpajakan no. 17 tahun 2000. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PT. Pesona Remaja Malang mencantumkan laba (rugi) bersih sesudah pajak menurut standar akuntansi keuangan sebesar (Rp. 1,452,259,478.00,-) sedangkan laba (rugi) bersih menurut Pajak (Rp. 1,411,604,478.00-) jadi ada selisih sebesar Rp. 40,655,000.00,-. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya perbedaan metode dalam perhitungan penyusutan menurut SAK dan perpajakan. Hasil selisih sebesar Rp. 40,655,000.00,-. dapat digolongkan sebagai beda waktu (timing difference). Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan kepada perusahaan tersebut adalah : perlu meninjau metode dan tarif penyusutan yang tepat berdasarkan SAK dan Perpajakan dalam rangka menetukan kelayakan penyajian aktiva tetap dalam laporan keuangan, memperhatikan dan menganalisa metode dan tarif penyusutan terhadap aktiva tetap dengan menggunakan metode garis lurus dan tarif yang diberlakukan berdasarkan ketentuan SAK dan berdasarkan Perpajakan dan Biaya-biaya yang digunakan itu harus ditangguhkan atau rekapitulasi dengan mendebet rekening aktiva atau rekening akumulasi penyusutan jika hal tersebut mampu memperpanjang masa manfaat atau meningkatkan kapasitas aktiva yang bersangkutan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 May 2012 06:10
Last Modified: 24 May 2012 06:10
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5865

Actions (login required)

View Item View Item