PENGARUH VARIABEL OPERASIONAL TERHADAP EFISIENSI OPERASI BANK PERKREDITAN RAKYAT DI MALANG

Dewi, Juwita (2007) PENGARUH VARIABEL OPERASIONAL TERHADAP EFISIENSI OPERASI BANK PERKREDITAN RAKYAT DI MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH VARIABEL OPERASIONAL TERHADAP EFISIENSI OPERASI BANK PERKREDITAN RAKYAT DI MALANG.pdf

Download (150kB) | Preview

Abstract

Keywords: VARIABEL OPERASIONAL TERHADAP EFISIENSI Seiring dengan perjalanan waktu, perekonomian Indonesia telah merasakan pasang surut dikarenakan berbagai macam situasi dan kondisi yang sulit, sehingga pertumbuhan perekonomian Indonesia tidak dapat mengalami perubahan secara pesat pada periode awal. Akan tetapi perekonomian Indonesia mengalami koreksi yang cukup tajam, terutama sejak diberlakukannya program pembangunan lima tahun (PELITA) pada tahun 1970-an. Perekonomian Indonesia dihadapkan pada beberapa tantangan berat berupa defisit transaksi berjalan, hutang luar negeri yang semakin membengkak akibat dari penambahan hutang luar negeri maupun belum stabilnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap mata uang asing, adanya penurunan ekspor non migas, berbagai gejolak politik dan sosial yang terjadi didalam negeri, dan lain-lain. Lembaga perbankan sebagai salah satu bagian dalam sistem keuangan nasional memiliki beberapa fungsi yang dapat digunakan sebagai pendukung upaya peningkatan pembangunan suatu negara. Fungsi yang pertama adalah perbankan sebagai “ Agent of Development”, fungsi ini berkaitan dengan peranan lembga dalm menghubungkan agen-agen pembangunan dengan tujuan agar terjadi transaksi di antara mereka. Fungsi yang berikutnya adalah “Intermediary role”, disamping sebagai agen pembangunan, perbankan juga berfungsi sebagai lembaga perantara, yaitu pihak yang menjembatani antara kreditur dan debitur. Hal ini terlihat dari aktifitas perbankan dalam menghimpun dana dari masyarakat melalui giro, deposito, dan tabungan. Selanjutnya dari pengumpulan dana tersebut disalurkan mealui pemberian kredit kepada pihak-pihak yang membutuhkan, pembayaran transaksi luar negeri , pelayanan penukaran mata uang asing, dan lain-lain. Krisis ekonomi yang masih belum berakhir hingga kini, disertai ramalan dari para pengamat dan ekonom tentang akan terjerumusnya Indonesia kedalam krisis ekonomi tahap kedua, menjadikan suatu kewajiban bagi kita untuk melihat bagaimana kondisi perbankan di Indonesia, dalam hal ini Perbankan sebagai badan intermediasi keuangan dalam tujuan pembangunan negara untuk menghadapi perkembangan ekonomi global di masa yang akan datang. Sebagai ekses dari semakin meningkatnya persaingan, dominasi bank-bank pemerintah dalam industri perbankan nasional mengalami penurunan, sebaliknya bank-bank swasta mengalami kenaikan pertumbuhan yang sangat pesat dan merebut lebih besar dari pangsa pasar perbankan. Kenyataan ini terjadi karena di satu sisi masyarakat telah mulai mempercayai keberadaan bank-bank swasta secara penuh dan disisi yang lain adalah kebijakan manajemen bank-bank swasta dalam menentukan strategi bersaing yang lebih berani, antara lain dengan menawarkan bunga simpanan yang lebih tinggi dari bank pemerintah, menjanjikan berbagai macam hadiah, serta pelayanan kepada nasabah yang lebih baik dan profesional. Keberadaan industri perbankan yang jumlahnya semakin meningkat menuntut masing-masing bank untuk merencanakan dan menetapkan strategi-strategi yang tepat guna memenangkan persaingan di antar bank sebab jika tidak demikian hanya tinggal menghitung kapan saat terjadi kebangkrutan pada bank yang bersangkutan, dalam hal ini Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang penulis kaji dalam penelitian ini. Efisiensi menjadi bagian yang sangat penting dalam operasional suatu usaha terlebih bagi lembaga-lembaga keuangan mengingat dalam operasinya pihak-pihak tersebut juga mengeluarkan sejumlah dana yang tidak sedikit, sehingga jika tidak bisa mengefisienkan operasinya, maka dalam dalam masa yang akan datang akan menderita kepailitan/kebangkrutan. Belum lagi jika dihadapkan dengan faktor persaingan antar bank persero, tentunya menuntut masing-masing Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk dapat mengefisienkan operasi usahanya. Disamping itu, efisiensi menjadi hal yang sangat penting mengingat efisiensi dapat dijadikan sebagai suatu tolok ukur atau indikator penilaian dari kelangsungan hidup suatu usaha yang pada gilirannya akan mempengaruhi keputusan investasi di masa yang akan datang. Dengan demikian, efisiensi perbankan sangat penting diperhatikan Untuk mengetahui besarnya tingkat efisiensi Bank Perkreditan Rakyat (BPR tersebut terlebih dulu perlu diketahui beberapa variabel-variabel operasional yang mempengaruhinya seperti kredit/pinjaman, simpanan dan biaya intermediasi mempunyai kontribusi yang tinggi dalam penilaian efisiensi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sehingga memerlukan pengaturan yang optimal. . Berdasarkan uraian diatas dalam penelitian ini akan dikaji “Analisis Efisiensi Variabel Operasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Malang”.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 23 May 2012 04:18
Last Modified: 23 May 2012 04:18
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5760

Actions (login required)

View Item View Item