Muhammadiyah dan Budaya Jawa

Pranowo, M Bambang (2010) Muhammadiyah dan Budaya Jawa. Muhammadiyah dan Budaya Jawa (13826).

[img] Text
Muhammadiyah_dan_Budaya_Jawa.docx

Download (17kB)
[img]
Preview
Text
Muhammadiyah_dan_Budaya_Jawa.ps

Download (190kB) | Preview

Abstract

Satu kenyataan yang sering dilupakan orang adalah bahwa Muhammadiyah lahir dan besar di pusat kebudayaan Jawa, Yogyakarta. KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah adalah orang Jawa tulen yang hidup dan besar dalam lingkungan Jawa. Ayahnya, KH Abu Bakar, adalah khatib terkemuka di masjid Kesultanan Yogyakarta pada masanya. Dengan melihat latar belakang Muhammadiyah tersebut, paling tidak, kultur kejawaan tersebut amat penting untuk dipahami oleh warga Muhammadiyah, khususnya yang menjadi caloncalon pimpinan tertinggi Muhammadiyah. Kenapa Jawa? Jawabnya: Jawa dan kebudayaannya adalah ”sebuah entitas budaya dan psikologis” yang nyaris telah menyatu dalam keindonesiaan. Hal ini logis karena mayoritas penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa dan lebih dari 75% perekonomian dan pusat keuangan berada di Jawa. Yang menarik, sejak zaman kemerdekaan pun, hampir semua tokoh-tokoh nasional papan atas berasal dari Jawa. Jika pun tidak lahir di Jawa, mereka pernah menuntut ilmu dan tinggal di Jawa.

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles
Divisions: Others
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 21 May 2012 07:36
Last Modified: 21 May 2012 07:36
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5636

Actions (login required)

View Item View Item