PENGARUH PEMBERIAN DEKOK AKAR TANAMAN KAVAKAVA (Piper methysticum Forst.f) TERHADAP DURASI TIDUR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

NOVITASARI, RENA (2008) PENGARUH PEMBERIAN DEKOK AKAR TANAMAN KAVAKAVA (Piper methysticum Forst.f) TERHADAP DURASI TIDUR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_PEMBERIAN_DEKOK_AKAR_TANAMAN_KAVAKAVA.pdf

Download (142kB) | Preview

Abstract

Tanaman kava-kava (Piper methysticum) pada umumnya digunakan sebagai obat penenang oleh masyarkat di Irian Jaya Selatan. Selama ini hanya kelompok masyarakat tertentu saja yang memanfaatkannya sebagai obat. Hal ini sangat disayangkan karena akar tanaman kava-kava tersebut dapat dimanfaatkan menjadi obat tidur dan obat penenang. Pada akar tanaman kava-kava mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, serta yang paling utama mengandung kavalakton yang bersifat sedatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh pemberian dekok akar tanaman kava-kava (Piper methysticum) terhadap durasi tidur tikus putih dan (2) pada pemberian dosis dekok akar tanaman kava-kava (Piper methysticum) terhadap durasi tidur tikus putih yang paling berpengaruh. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi dan Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 8-16 Februari 2008. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen pola faktorial yang terdiri dari satu faktor yaitu dosis dekok akar tanaman kava-kava yang didapatkan 6 kombinasi perlakuan dengan 4 kali ulangan. Teknik analisis data adalah analisis varian 1 faktor. Hasil uji statistik dengan menggunakan anava 1 faktor dan uji Duncan’s diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian dekok akar tanaman Kava-kava (Piper methysticum) terhadap durasi tidur. Akibat pengaruh pemberian dekok akar kava-kava. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada perlakuan A5 (pemberian dekok akar tanaman kava-kava 9mg/ml) mempunyai rerata durasi tidur paling tinggi yaitu 18.49 jam, perlakuan ini mendekati perlakuan kontrol positif yang menggunakan obat sintetis dengan rerata 18.59 jam. Sedangkan perlakuan yang berada pada durasi tidur standart adalah perlakuan A2 dengan pemberain dekok akar tanaman kava-kava 3mg/ml yang memiliki rerata durasi tidur 15,01, dari penelitian ini juga dapat diketahui bahwa semakin tinggi dosis dekok akar kava-kava maka semakin tinggi pula durasi tidur tikus putih. Tetapi dengan semakin tinggi durasi tidur bukan berarti itu semakin baik, karena terlalu banyak tidur juga bisa memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 21 May 2012 05:49
Last Modified: 21 May 2012 05:49
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5611

Actions (login required)

View Item View Item