UMM Institutional Repository

SESAT NALAR DALAM PEMBELAJARAN

Ribut Wahyu Eriyanti (2017) SESAT NALAR DALAM PEMBELAJARAN. EC00201929395.

[img]
Preview
Text
Peer Review - Eriyanti - Sesat Nalar Dalam Pembelajaran.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Eriyanti - Sesat Nalar Dalam Pembelajaran.pdf

Download (471kB) | Preview

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan diterapkannya pendekatan Saintifik pada semua matapelajaran, yang dilandasi oleh filsafat konstruktivisme. Dengan pendekatan saintifik, keterampilan yang dapat dikembangkan keteramilan keterampilan mengamati, mengajukan pertanyaan, menggali informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Dengan demikian, guru dituntut mampu bernalar secara logis agar dapat menstimuli dan mengondisikan siswa untuk bernalar secara logis. Kenyataannya, dalam berkomunikasi dengan siswa diketahui tuturan guru yang tidak logis. Tujuan penelitian ini menggambarkan sesat nalar dalam tuturan guru dan penyebabnya pada pembelajaran. Penelitian inidilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif induktif, khususnya perspektif fenomenologis. Data yang dikumpulkan berupa tuturan lisan guru beserta konteksnya, baik pada tataran kalimat, fragmen, maupun wacana yang merepresentasikan bentuk-bentuk kesesatan penalaran dalam tuturan lisan guru pada pembelajaran dan penyebabnya. Sumber data penelitian ini berupa tuturan guru dalam pembelajaran di SMP Negeri dan swasta di Kota Malang pada matapelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan PKn. yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik kualitatif induktif secara interaktif melalui kegiatan (1) reduksi data, (2) deskripsi data, dan (3) verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sesat nalar dalam bahasa guru pada pembelajar-an di SMP terjadi pada tataran kalimat dan fragmen. Pada tataran kalimat, sesat nalar dalam bahasa guru meliputi (a) kebenaran dalam pernyataan umum tidak dapat diterima akal, (b) generalisasi yang lemah, dan (c) pernyataan yang bertentangan (kotradiktif). Pada tataran fragmen ditemukan bentuk-bentuk sesat nalar dalam bahasa guru pada konteks pembelajaran, yang meliputi (a) silogisme yang salah, (b) analogi yang lemah, dan (c) pernyataan yang bertentangan. (2) Faktor penyebab sesat nalar dalam bahasa guru adalah (a) tidak adanya fakta pendukung proposisi, (b) hubungan premis pendukung dan proposisi yang tidak koheren, dan (c) penarikan simpulan yang tidak tepat.

Item Type: Patent
Keywords: sesat nalar, tuturan lisan, guru, pembelajaran
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Indonesia Language and Literature Education (88201)
Depositing User: Atik Yuliawati
Date Deposited: 10 Oct 2019 06:58
Last Modified: 10 Oct 2019 06:58
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/53780

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo