Tugas Sejarah Gerakan Mahasiswa

Nugroho, Taufiq (2010) Tugas Sejarah Gerakan Mahasiswa. Muhammadiyah Article (13920).

[img] Text
Tugas_Sejarah_Gerakan_Mahasiswa.doc

Download (29kB)
[img]
Preview
Text
Tugas_Sejarah_Gerakan_Mahasiswa.ps

Download (166kB) | Preview

Abstract

Diskursus tentang peranan dan kontribusi gerakan mahasiswa (student movement) dalam proses pendewasan bangsa ini sudah lama menjadi isu sentral dalam berbagai kesempatan. Banyak sekali forum-forum diskusi diadakan untuk memperbincangkan tema tersebut. Ada yang mengapresiasi dan ada pula yang menghujat. Selama ini, gerakan mahasiswa selalau aktif, terutama kepeduliannya dalam merespon setiap persoalan sosial-politik yang terjadi dan berkembang ditengah-tengah masyarakat. Terlebih lagi ketika terjadi praktik-praktik ketidak-adilan, ketimpangan sosial, pembodohan, dan penindasan terhadap hak-hak rakyat yang sudah tidak dapat ditolelir. Sekalipun peran gerakan mahasiswa belum menjadi kekuatan transformasional secara konfrehensif, namun lacakan sejarah nasional di Indonesia menunjukkan bahwa tidak ada satu perubahan pun yang tidak melibatkan kekuatan mahasiswa. Mahasiswa telah menjadi salah satu ikon perubahan penting dalam sejarah sosial masyarakat, maka tidak berlebihan jika mahasiswa diberi gelar “agent of social change”. Ini menegaskan bahwa gerakan mahasiswa telah terbukti menjadi katalisator yang tidak dapat disepelekan bagi penciptaan gerakan rakyat yang masif dalam menentang penguasa yang tiran dan otoriter. Hanya saja harus diakui, fakta sejarah di atas sama sekali berbeda dengan realitas yang kita hadapi sekarang. Dewasa ini gerakan mahasiswa tengah mengalami involusi gerakan, sebagai akibat dari pertarungan kepentingan politik pragmatis dan tidak terkonsolidasikannya gerakan mahasiswa dalam mengawal proses transisi demokrasi pasca gerakan reformasi 1998. Tidak heran kalau fenomena ini dibaca sebagai kemerosotan atau “kematian” gerakan mahasiswa (the death of student movement) di Indonesia. Bahkan gerakan mahasiswa yang sebelumnya sempat bersatu melawan rezim otoritarianisme soeharto, sekarang pun mengalami polarisasi gerakan yang luar biasa. Implikasinya gerakan ini menjadi terpecah-pecah, kehilangan arah dan ketidak-siapaan untuk merespon isu-isu aktual sehingga tidak mampu menemukan reformulasi baru dalam mengawal transisi demokrasi dewasa ini.

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles
Divisions: Others
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 15 May 2012 06:41
Last Modified: 15 May 2012 06:41
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5338

Actions (login required)

View Item View Item