Nashir, Haedar (2010) POSISI FIRASAT DALAM PENETAPAN HUKUM. Suara Muhammadiyah Edisi 01 (14460).
|
Text
02.pdf Download (130Kb) | Preview |
Abstract
Perkataan “firasat” adalah pecahan dari kata “farasa” yang mengandung makna “menerkam” atau “memburu.” Di kalangan ahli ilmu, firasat adalah “suara batin yang masuk ke dalam hati atau pancaran cahaya yang memancar ke dalam hati dan meniadakan kontradiksi dan bisa berbicara dengan hati makhluk.”
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles |
| Divisions: | Others |
| Depositing User: | Rayi Tegar Pamungkas |
| Date Deposited: | 15 May 2012 03:22 |
| Last Modified: | 15 May 2012 03:22 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5271 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
