Nashir, Haedar (2010) MENGHIDUP SUBURKAN NURANI IHSAN DALAM GERAKAN. Suara Muhammadiyah Edisi 16 (14545).
|
Text
01.pdf Download (96Kb) | Preview |
Abstract
Kiai Haji Ahmad Dahlan selain dikenal cerdas dan pembaru, juga sosok tokoh yang hidup hati nuraninya. Figur yang mempraktikan jalan ihsan. KRH Hadjid menggambarkan sosok Kiai Ahmad Dahlan di samping mempunyai sifat dzakak cerdas akalnya untuk memahami kitab yang sukar, beliau mempunyai maziyah atau keistimewaan dalam khauf atau rasa takut terhadap naba al-adhim (kabar bahaya besar), yang tersebut dalam AlQuran surat An-Naba’, sehingga nampak dalam kata-katanya, pelajaran yang diberikan dan nasehat-nasehat serta wejangan-wejangannya. Pada akhir usianya, ketika beliau sakit nampak dalam sifat raja’, yaitu mengharap-harap rahmat Tuhan (Hadjid, t.t., hal. 6). Sementara H Djarnawi Hadikusuma melukiskan Kiai Dahlan sebagai berikut: “Pandangan matanya lunak dan tenang tetapi menembus hati siapa yang dipandangnya. Cahaya matanya memancarkan kasih mesra dan keikhlasan yang tiada taranya, dan sinar yang tenang menandakan kedalaman ilmunya, terutama dalam bidang tashawuf (Hadikusuma, t.t., hal. 5).
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles |
| Divisions: | Others |
| Depositing User: | Rayi Tegar Pamungkas |
| Date Deposited: | 15 May 2012 03:18 |
| Last Modified: | 15 May 2012 03:18 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5268 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
