NUR R, TRI HASTUTI (2010) AISYIYAH DAN PENCEGAHAN PERDAGANGAN MANUSIA (TRAFFICKING). Suara Muhammadiyah Edisi-02 (14472).
|
Text
09.pdf Download (102Kb) | Preview |
Abstract
Dalam DUHAM secara jelas dinyatakan bahwa perbudakan dilarang dalam segala bentuknya “No one shall be held in slavery and servitude. Slavery and the slave trade shall be prohibited in all their form”. Namun dalam kenyataannya di abad modern ini justru semakin meningkat kasus-kasus “perbudakan modern” yang lebih sering disebut dengan trafficking atau perdagangan manusia.Trafficking merupakan pelanggaran HAM dan dehumanisasi terhadap manusia. Peningkatan jumlah kasuskasus trafficking ini tidak terlepas dari besarnya nilai ekonomi yang ada dalam bisnis ini; dan merupakan bisnis yang menggiurkan. Perputaran uang pada bisnis trafficking di Indonesia diperkirakan Rp 32 trilliun; dan peredaran uang ini meru pakan perputaran uang terbesar kedua dalam usaha illegal di Indonesia setelah bisnis narkoba. (Jurnal Perempuan, nomor 68 tahun 2010,133).
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles |
| Divisions: | Others |
| Depositing User: | Rayi Tegar Pamungkas |
| Date Deposited: | 15 May 2012 02:25 |
| Last Modified: | 15 May 2012 02:25 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5225 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
