PENGARUH PANJANG PIPA PADA PENANGKAP GAS HASIL PEMBUANGAN SAMPAH ORGANIK TERHADAP VOLUME GAS LANDFILL (Studi Kasus Pada TPA Supit Urang Kota Malang)

ANANTA NOER, FREECO YUDHA (2010) PENGARUH PANJANG PIPA PADA PENANGKAP GAS HASIL PEMBUANGAN SAMPAH ORGANIK TERHADAP VOLUME GAS LANDFILL (Studi Kasus Pada TPA Supit Urang Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_PANJANG_PIPA_PADA_PENANGKAP_GAS_HASIL_PEMBUANGAN_SAMPAH_ORGANIK_TERHADAP_VOLUME_GAS_LANDFILL.pdf - Published Version

Download (89kB) | Preview

Abstract

Populasi sampah di Kota-Kota di Indonesia setiap tahun selau meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan urbanisasi penduduk desa ke kota. Hal ini akan menyebabkan jumlah sampah tidak dapat tertampung dimana ketersediaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang terbatas, disisi yang lain terjadi juga masalah penolakan dari masyarakat yang tidak ingin wilayahnya dilewati truk pengangkut sampah ataupun masyarakat yang dekat dengan TPA, contoh kasus yang dimana dapat merenggut jiwa dan memicu konflik social. misalnya Timbunan sampah di Kota Bandung, longsornya timbunan sampah di TPA Bantar Gebang (Bekasi), TPA Leuwigajah (Bandung). Sementara kandungan gas yang ada dari TPA dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar gas maupun dengan penjualan emisi carbon dioksida sesuai dengan Protokol Kyoto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kedalaman pipa dan waktu pengambilan terhadap kapasitas gas landfill yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan memasang 3 buah pipa dengan kedalaman yang berbeda, yaitu 3, 11 dan 17 m. Keluaran gas ditangkap dengan memasang kantong plastik. Waktu pengambilan sampel dianalisa menggunakan analisa statistik varian satu arah. Hasil dari penelitian ini adalah Gas terbesar didapat dari pipa dengan kedalaman 3 m dengan kontruksi yang bagus. Pada pipa 11 m dan 17 m yang menggunakan konstrusi sama didapatkan gas dengan kapasitas yang tertinggi pada pipa yang lebih dalam yaitu 17 m. Karena ketinggian air lindi 4 m dibawah permukaan tanah, dan lubang pipa pada pipa 11 dan 17 m dimulai dari 4 m dibawah tanah, maka diduga kapasitas pada pipa 3 m menjadi paling besar karena lubang pipa dimulai dari 1 m dibawah tanah. Andaikan air lindi mampu dikuras dengan pompa sampai pada dasar pipa, diduga kapasitas terbesar akan didapat pada pipa 17 m. ABSTRACT The population of rubbish in town at Indonesia always be increase which it happen every year together with increasing quantity of peole and urbanization the villagers for town. It will makes quantity of rubbish cannot received because the received station ” Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) ” limited in stock. Besides an unpleasant reaction emerged from society who do refusally if truck of rubbish to go pass at their district or society who is near with TPA, the example problem which it can pull of life and bring about social conflict. Such as rubbish covered in Bandung, rubbish covered at TPA Bentar Gebang ( Bekasi ) being slide off, TPA Leuwigajah ( Bandung ) make lose 140 people, TPA at Kediri was burned in August, 2006 ( Jawa Pos, 2006 ). During the contents of gas fuel source although with carbondioxide emision selling agree with Protokol Kyoto. The ambition wanna get from this examination to know about influence depth of pipe and taking over sample time for landfill gas production which resulted. This examination did constructed three piece of pipe with different depth, that is 3, 11, and 17 metres. Gas output catched with plastic bag construction. The sample take over time analise used variation statistic of one pointed ”statistik varian satu arah”. The result from this examination if the gas production mostly be descending of pipe that depth 3 metres with good construction. Whereas pipe that have size 11 metres and 17 metres construction get the most capacity from depther pipe is 17 metres. Causes earth-water elevation 4 metres under earth surface and pipe hole of sizely 11 and 17 metres begining from 4 metres under earth surface so suspected pipe capacity by 3 metres be mostly. The reason, pipe hole begin from a metres under earth surface if earth-water can washed out with pump to base pipe, suspected pipe capacity mostly will get from pipe sizely 17 metres.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
Depositing User: Anwar Jasin
Date Deposited: 16 Mar 2012 14:38
Last Modified: 16 Mar 2012 14:38
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/522

Actions (login required)

View Item View Item