EVALUASI PENGGUNAAN PROBIOTIK BAKTERI SELULOLITIK PADA SAPI PERANAKAN FRISIAN HOLSTEIN JANTAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING (TEKSTUR DAN WARNA)

DWI WIDODO, SIGIT (2007) EVALUASI PENGGUNAAN PROBIOTIK BAKTERI SELULOLITIK PADA SAPI PERANAKAN FRISIAN HOLSTEIN JANTAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING (TEKSTUR DAN WARNA). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
EVALUASI_PENGGUNAAN_PROBIOTIK_BAKTERISELULOLITIK_PADA_SAPI_PERANAKAN_FRISIANHOLSTEIN_JANTAN_TERHADAP_KUALITAS_FISIK_DAGING.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan Oktober 2006. Tempat penelitian di jalan Sebuku XXII Kelurahan Bunulrejo Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan informasi tentang pengaruh penggunaan probiotik bakteri selulolitik pada sapi PFH jantan terhadap kualitas fisik daging (tekstur dan warna). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi PFH jantan sebanyak 12 ekor yang dibagi menjadi dua yaitu 6 ekor tanpa pemberian probiotik bakteri selulolitik dan 6 ekor dengan pemberian probiotik bakteri selulolitik. Pemberian probiotik selulolitik dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari sebanyak 20 ml. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik bakteri selulolitik dilakukan dengan cara membandingkan antara sapi yang diberi perlakuan dengan tanpa perlakuan. Tekstur daging diukur dengan menggunakan pnetrometer, sedangkan warna diukur dengan menggunakan meat colour score. Hasil pengamatan menunjukan bahwa dengan pemberian probiotik bakteri selulolitik berpengaruh terhadap tekstur dan warna daging. Untuk tekstur daging dengan pemberian probiotik bakteri selulolitik lebih empuk dibandingkan dengan tanpa pemberian probiotik bakteri selulolitik. Hal ini dapat dilihat dari hasil rataan pengukuran yaitu untuk sapi yang diberikan probiotik sebesar 0,1864 sedangkan untuk sapi yang tanpa pemberian probiotik rataannya sebesar 0,1694. Demikian juga untuk warna daging. Sapi dengan pemberian probiotik mempunyai rataan yang lebih tinggi yaitu sebesar 7,8 dibandingkan dengan sapi tanpa pemberian probiotik yaitu sebesar 7,4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan pemberian probiotik bakteri selulolitik pada sapi PFH jantan dapat meningkatkan kualitas fisik daging (tekstur dan warna).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Animal Scince
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 09 May 2012 08:40
Last Modified: 09 May 2012 08:40
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4959

Actions (login required)

View Item View Item