PERMASALAHAN YANG DIHADAPI PENYIDIK DALAM MEMPEROLEH BARANG BUKTI DAN ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PERKOSAAN(Studi di Polres Tuban)

DWI OKTAVIANTO, HENDRIK (2007) PERMASALAHAN YANG DIHADAPI PENYIDIK DALAM MEMPEROLEH BARANG BUKTI DAN ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PERKOSAAN(Studi di Polres Tuban). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI PENYIDIK DALAM MEMPEROLEH BARANG BUKTI.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai Permasalahan Yang Dihadapi Penyidik Dalam Memperoleh Barang Bukti dan Alat Bukti Tindak Pidana Perkosaan. Hal ini dilatar belakangi bahwa tindak pidana perkosaan selalu menimbulkan kesulitan, terutama aparat penegak hukum baik pada tahap penyidikan, penuntutan, maupun pada tahap persidangan khususnya karena kesulitan untuk memperoleh barang bukti dan alat bukti tindak pidana perkosaan. Kesulitan untuk memperoleh barang bukti dan alat bukti tersebut timbul karena korban tidak langsung melaporkan kepada penyidik tentang tindak pidana yang menimpanya. Hal ini pada umumnya disebabkan karena korban dicekam rasa malu bahkan ada yang melaporkannya setelah berbulan-bulan dalam keadaan hamil atau setelah pelaku tersebut tidak mau bertanggung jawab. Dalam mengetahui Permasalahan Yang Dihadapi Penyidik Dalam Memperoleh Barang Bukti dan Alat Bukti Tindak Pidana Perkosaan, maka pendekatan yang dipakai adalah yuridis sosiologis yang mempunyai arti menganalisa keefektifan hukum yang lahir secara sah sebagai produk kelengkapan Negara dan bekerjanya seluruh institusional hukum yang terjadi dalam masyarakat kemudian dihubungkan dengan realita kejadian yang terjadi dalam masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada, bahwa permasalahan yang dihadapi penyidik dalam memperoleh barang bukti dan alat bukti tindak pidana perkosaan adalah korban tidak langsung melaporkan tindak pidana perkosaan yang menimpa dirinya, masih adanya rasa trauma atau depresi mental pada korban tindak pidana perkosaan, masalah keutuhan barang bukti, tidak adanya Polisi Wanita (POLWAN) yang khusus memeriksa korban tindak pidana perkosaan. Menyikapi permasalahan tersebut di atas, maka perlu diadakan penyuluhan terhadap masyarakat apabila salah satu anggota masyarakat ada yang menjadi korban tindak pidana perkosaan diharapkan untuk segera melaporkan kepada penyidik agar bukti-bukti dari tindak pidana perkosaan akan mudah diperoleh. Selain itu perlu untuk menugaskan lebih banyak lagi Polisi Wanita untuk memeriksa korban karena dengan diperiksa oleh Polisi Wanita maka korban tindak pidana perkosaan tidak akan malu untuk menceritakan tindak pidana yang menimpa dirinya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 09 May 2012 07:13
Last Modified: 09 May 2012 07:13
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4910

Actions (login required)

View Item View Item