ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SEKTOR UNGGULAN ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN SIDOARJO

DWI CITRA BARLIAN, SHOFI (2007) ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SEKTOR UNGGULAN ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN SIDOARJO. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PERTUMBUHAN_EKONOMI_DANSEKTOR_UNGGULAN_ANTAR_KECAMATANDI_KABUPATEN_SIDOARJO.pdf

Download (47kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan peneltian terapan, menggunakan data sekunder dari BPS dengan mengambl judul “ Analisa Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Unggulan Anar Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi masing-masing kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Dan untuk mengetahui sector unggulan dan bukan unggulan, selain itu untuk mengetahui pola dan struktur ekonomi masing-masing Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Alat analisi yang digunakan adalah Tipologi Klassen yang digunakan untuk mengetahui pola dan struktur perekonomian dan Location Quotient (LQ) yang digunakan untuk mengetahui sector unggulan dan sector bukan unggulan. PDRB Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2005 sebesar 30.891.491.22 juta rupiah diaman kontribusi terbesar diberikan oleh Kecamatan Waru sebesar 2,12% dan Kecamatan yang mempunyai kontribusi terkecil terhadap PDRB total Kabupaten adalah Kecamatan Balongbendo sebesar 0,08% Berdasakan criteria Tipologi Klassen diketahui ada 4 pola pertumbuhan ekonomi pada masing-masing kecamatan. Kecamatan Porong, Baongbendo, Taman mempunyai pola pertumbuhan “Daerah yang cepat berkebang”, sedangkan Kecamatan Tanggulangin, Krian, Waru, Gedangan mempunyai pola pertumbuhan “Cepat maju dan cepat tumbuh”, sedang ada lima (9) kecamatan yang tergolong pada wilayah “Relatif tertinggal”, yaitu Kecamatan Tulangan, Wonoayu, Prambon, Sukodono ,Jabon, Buduran, Candi, Krembung, Tarik. Dan Kecamtan yang mempunyai pola pertumbuhan “maju tapi tertekan” adalah kecamatan Sidoarjo, Sedati Dengan menggunakan kategori LQ dapat diketahui bahwa sector unggulan atau bukan unggulan dengan criteria bahwa sector-sektor yang mempunyai nilai LQ>1 ermasuk sector unggulan sedangkan bila nilai LQ<1 bukan termasuk sector unggulan. Ada (7) kecamatan yang mempunyai sector unggulan yang banyak yaitu kecamatan Tulangan, Candi, Tanggulangin, Balongbendo, Krian, Wonoayu, Sukodono dan kecamatan yang paling sedikit mempunyai sector unggulan yaitu kecamatan Gedangan, sedangkan kecamatan yang memiliki sub sector unggulan paling banyak yaitu kecamatan Sidoarjo, Candi, Krian, Wonoayu, Prambon, Sukodono Dengan menggabungkan dua criteria tipologi klassen dan LQ, diketahui bahwa kecamatan Waru merupakan daerah capta maju dan cepat tumbuh namun berdasarakan criteria LQ kecamatan ini menduduki posisi terendah karena sector unggulan yang sedikit, sedangkan kecamatan Sukodono, Tulangan , Wonoayu, Prambon berdasarkan criteria tipologo klassen merupakan daerah yang relative tertinggaL namun berdasarkan criteria LQ kecamatan-kecamatan ini banyak memiliki sector unggulan Implikasi dari penelitian diatas adalah perlu semakin ditingkatkannya sector unggulan yang ada pada masing-masing kecamatan dan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pendapatan perkapita maupun PDRB.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 09 May 2012 06:33
Last Modified: 09 May 2012 06:33
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4886

Actions (login required)

View Item View Item