PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN WISATA BAHARI LAMONGAN

DIDIK .S, MAHENDRA (2007) PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN WISATA BAHARI LAMONGAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERKEMBANGAN_SOSIAL_EKONOMI_MASYARAKAT_DI_SEKITAR_KAWASAN_WISATA_BAHARI_LAMONGAN.pdf

Download (131kB) | Preview

Abstract

Wisata Bahari Lamongan berlokasi di jalan Raya Deandles Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Didirikan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan PT Bunga Wangsa Sejati dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2004 di bawah pengelolaan PT Bumi Lamongan Sejati. Fasilitas yang disediakan antara lain pendidikan, olah raga dan keindahan panorama Pantai Tanjung Kodok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah Wisata Bahari Lamongan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode analisis data deskripitif eksploratif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah purposional random sampel dan teknik pengumpulan data melalui Wawancara Semi Terstruktur. Pengambilan sampel berlokasi di Desa Paciran dan Desa Tunggul, yang merupakan desa terdekat dengan kawasan wisata tersebut. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan tentang perkembangan sosial ekonomi masyarakat di sekitar Wisata Bahari Lamongan beserta kebudayaannya, meliputi pengaruh terhadap pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, perilaku masyarakat dan sebagainya. Dalam aspek ekonomi, masyarakat mancapai peningkatan ekonomi melalui bisnis jual beli tanah dan peluang usaha dan kesempatan kerja. Bisnis jual beli tanah mengalami peningkatan dari harga Rp. 60.000 – 100.000 permeter persegi sebelum adanya Wisata Bahari Lamongan di tahun 2004. Dan setelah adanya Wisata Bahari Lamongan hingga sekarang harga tanah berkisar antara Rp. 350.000-500.000 permeter persegi, bahkan pada beberapa lokasi telah mencapai harga jual/ tawar Rp. 1.000.000 permeter persegi, yakni pada lokasi di sisi jalan raya Deandles sepanjang 1 km yang melintas di depan Wisata Bahari Lamongan. Sedangkan dalam bidang kesempatan kerja dan peluang usaha khususnya bagi masyarakat di sekitarnya, meskipun masih relatif terbatas. Dari segi pendapatan masyarakat perbulan sebelum dan sesudah adanya Wisata Bahari Lamongan berkisar antara Rp. 100.000 – 500.000 dan Rp. 150.000 – 5.000.000. Dalam bidang usaha, masyarakat telah merambah industri indekost yang disewakan terutama bagi para pekerja di Wisata Bahari Lamongan dengan tariff sewa per bulan antara Rp.100.000-200.000 perbulan. Dalam aspek sosial, perkembangannya di lihat dari indikator perumahan/ pemukiman penduduk, pendidikan dan perilaku sosial. Secara umum pemukiman masyarakat dapat dikatakan telah memenuhi standar layak huni dan mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Di bidang pendidikan diketahui hingga tahun 2006 di Desa Paciran terdapat 10.602 orang yang berpendidikan dari SD hingga S3. Sedangkan di desa Tunggul tidak diketahui secara pasti jumlahnya dalam monografi desa. Sementara itu perilaku sosial masyarakat relatif stabil dengan perubahan yang cenderung lambat dan hal ini juga terpengaruh kebudayaan masyarakat yang cenderung agamis. Namun pada sebagian kaum muda nampak adanya perubahan dalam perilaku sosialnya, ini disebabkan adanya arus budaya dan terlebih lagi daerah Wisata Bahari Lamongan merupakan jalur utama Pantura sehingga memudahkan terjadinya transformasi budaya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 09 May 2012 05:57
Last Modified: 09 May 2012 05:57
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4862

Actions (login required)

View Item View Item