PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP PANJANG NYALA API PADA PEMBAKARAN DIFUSI MINYAK KELAPA

MA’RUF, AMIR (2010) PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP PANJANG NYALA API PADA PEMBAKARAN DIFUSI MINYAK KELAPA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_TEMPERATUR_TERHADAP_PANJANG_NYALA_API_PADA_PEMBAKARAN_DIFUSI_MINYAK_KELAPA.pdf

Download (76kB) | Preview

Abstract

Pembakaran merupakan reaksi kimia yang cepat antara bahan bakar dengan oksigen (reaktan) pada tekanan dan suhu tertentu, namun pada pembakaran difusi oksigen belum tercampur sebelum reaksi pembakaran terjadi. Minyak kelapa adalah minyak yang diperoleh dari kopra. asam lemak jenuh yang terdapat pada minyak kelapa menyebabkan memiliki titik beku dan titik nyala yang tinggi, sehingga bila temperatur yang digunakan berfariasi maka akan mempengaruhi panjang nyala api. Dari data yang di peroleh setelah melakukan penelitian, menghasilkan data yang bervariasi. Hal ini terlihat dari grafik rata-rata panjang nyala (Lf) pada tekanan 20 temperaatur 25oC, yakni pada tekanan 20 temperatur 25oCatau pada perlakuan pertama lebih rendah dari pada perlakuan ke dua. Namun perlakan pertama ini tidak lebih rendah dari perlakuan ketiga, ke empat , kelima atau pada perlakuan 50oC, 70oC, 100oC. Berdasarkan dari percobaan pada temperatur yang bervariasi maka akan menghasilkan panjang nyala yang bervariasi pula. Sehingga dapat di simpulkan bahwa temperatur mempengaruhi panjang nyala api. Baking is chemical reaction which quickly between fuels with oxygens at certain temperatures and dividing valves, but at baking of oxygen diffusion not yet been mingled before combustion reaction happened. Coconut oil is oil which obtained from copra. saturated fatty acid found on palm oil cause to have high burning point and freezing point, so that if(when applied by temperature berfariasi hence will influence flame length. From data which in obtaining research having taken steps, yield data which vary. This thing seen from graph average of aflame length at dividing valve of 20 temperaatur 25oC, namely at dividing valve of 20 temperature 25oC or at treatment firstly lower than at second treatment. But perlakan firstly this not more low from third treatment, to four , fifth or at treatment 50oC, 70oC, 100oC. Based on from experiment at temperature which vary hence will yield aflame length which vary also. Causing earn in concluding that temperature influence flame length.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 09 May 2012 03:44
Last Modified: 09 May 2012 03:44
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4810

Actions (login required)

View Item View Item