REPRESENTASI GAYA HIDUP FASHION REMAJA DALAM FILM (Analisis Semiotika pada Film 30 Hari Mencari Cinta)

Chitra Rimadhani, Adinda (2007) REPRESENTASI GAYA HIDUP FASHION REMAJA DALAM FILM (Analisis Semiotika pada Film 30 Hari Mencari Cinta). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
REPRESENTASI_GAYA_HIDUP_FASHION_REMAJA_DALAMFILM.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Film merupakan sebuah media yang kaya akan berjuta makna baik berupa latents contents maupun manifest contents. Pada sebuah karya audio visual berupa film banyak terdapat tanda­ tanda yang dapat dibongkar untuk mengetahui makna yang terdapat dalam tanda tersebut. Dalam sebuah film dapat tersebar berbagai macam makna budaya. Sedikit banyak geliat perfilman terutama di Indonesia cenderung diisi oleh cerita­cerita yang menampilkan kisah­kisah bertemakan kehidupan remaja. Salah satu film yang bergenre remaja yaitu film dengan judul 30 Hari Mencari Cinta. Sebuah film yang mengedepankan kehidupan remaja yang terobsesi dengan cinta. Film karya sutradara Upi Avianto menjadi salah satu film bertemakan komedi remaja yang mengusung nilai­nilai kebudayaan kalangan ekonomi menengah atas. Bingkai kehidupan remaja dengan segala atributnya dianggap menjadi sebagai sesuatu yang menarik untuk diangkat dan ditayangkan dalam film dan digemari oleh masyarakat luas utamanya remaja itu sendiri. Melalui penelitian ini, peneliti mencoba membongkar dan memahami makna yang tampak maupun yang tidak tampak dari tanda­tanda gaya hidup fashion remaja yang direpresentasikan melalui film 30 Hari Mencari Cinta agar diperoleh pemahaman tentang makna dari tanda­tanda tersebut. Gaya hidup fashion remaja merupakan hal yang menarik untuk diteliti, agar dapat diperoleh makna yang sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, dalam hal ini peneliti berusaha mencari dan menafsirkan makna dari tanda­tanda gaya hidup fashion di dalam film 30 Hari Mencari Cinta ditinjau dari beberapa kajian antara lain budaya massa, budaya pop, serta kaitannya dengan industri, baik dari segi masyarakat industri maupun dari segi industri media massa dan industri budaya Metodologi penelitian yang diterapkan pada penelitian ini jika dilihat dari perspektif penelitiannya, maka peneliti menggunakan pendekatan interpretatif yaitu, studi tentang pendekatan subjektif yang biasa disebut dengan penelitian kualitatif. Dengan pendekatan semacam ini, peneliti diberi peluang yang besar untuk mengkaji makna tanda­tanda yang terkandung di dalam penelitian tersebut agar mendapatkan pemahaman tentang makna tanda­ tanda melalui metode analisis semiotik. Dalam penelitian ini peneliti diberi peluang yang besar untuk mengkaji, membongkar makna tanda­tanda yang terkandung di dalam penelitian tersebut agar mendapatkan pemahaman. Tekhnik analisa data menggunakan pendekatan metode semiotik yang utama adalah metode semiotik Roland Barthes yang mengungkapkan tentang makna tanda­ tanda fashion dalam hakikat fenomena kebudayaan, dengan tingkat­tingkat pemaknaan melalui tahapan makna denotasi dan konotasi serta mitos dan ideologinya. Hasil temuan dari penelitian ini terdiri dari empat hal yang dipahami oleh peneliti yaitu, dari segi fashion dan kepribadian remaja, kemewahan, modernitas gaya hidup dan ideologi. Dari segi kepribadian, bahwa gaya hidup fashion menunjukkan citra dalam berpenampilan agar dapat dinilai atau dipahami orang lain melalui tanda­tanda non­verbal. Dari segi kemewahan gaya hidup fashion cenderung mengutamakan unsur kemewahan sebagai bagian penunjang dari fasilitas kehidupan remaja dan jika dipahami lebih dalam, kemewahan dalam hal fashion pada film ini digunakan sebagai media dalam stratifikasi sosial tingkat atas sehingga terjadi pergeseran tata nilai yang tidak sesuai dengan kehidupan remaja yang seharusnya yang dgambarkan dalam film ini cenderung remaja yang menganut kehidupan glamour. Dari segi modernitas dapat dipahami bahwa tanda­tanda gaya hidup modern tampak pada apa yang dikenakan dan beberapa aktivitas yang dilakukan remaja ternyata sedikit banyak adalah hasil dari pemberontakan atas budaya penampilan di masa lalu. Sedangkan dari segi ideologi penggunaan fashion cukup mempengaruhi gaya penampilan remaja bahkan sudah menjadi sebuah identitas atau ciri khas baru bagi remaja ideologi gaya hidup fashion remaja dalam film ini yang dilekatkan pada pemeran antagonis dengan gaya fashion yang glamour dan selalu mengikuti tren terbaru, memperlihatkan keberpihakan atas pembenaran untuk melihat kualitas remaja sebatas penampilan luarnya saja bukan dari kualitas diri yang dimiliki remaja tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 08 May 2012 06:14
Last Modified: 08 May 2012 06:14
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4724

Actions (login required)

View Item View Item