PESAN CINTA DALAM FILM (Analisis Isi Pada Film Love Actually Karya Richard Curtis)

Chaidir, Ahmad (2007) PESAN CINTA DALAM FILM (Analisis Isi Pada Film Love Actually Karya Richard Curtis). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PESAN_CINTA_DALAM_FILM.pdf

Download (90kB) | Preview

Abstract

Fakta yang ada saat ini, tema cinta semakin merajai dunia perfilman. Yang menjadi permasalahan, pengertian cinta disini terkadang telah disalah artikan menjadi bentuk cinta buta, sebuah perasaan eksklusif yang hanya dirasakan antara dua orang manusia yang berlainan jenis. Tidak seperti film sejenis, Film Love Actually karya Richard Curtis telah keluar dari pakem untuk film­film sejenis pada saat itu. Dengan mengusung genre drama komedi romantis, film ini di kemas dengan sangat menarik, menghibur sekaligus cerdas. Lalu mengapa pesan cinta dalam sebuah film menjadi penting untuk menjadi sebuah subjek dalam penelitian? Karena dari pandangan peneliti, cinta merupakan hal mendasar yang mewarnai proses perjalanan eksistensi manusia, dengan cinta manusia menunjukan keberadaannya didunia ini. Film ini sendiri menjadi menarik untuk dikaji, karena film ini tidak menggambarkan cinta dalam bentuknya yang melankolis, selalu diwarnai tangisan, pembunuhan karena sakit hati seperti pada film­film tentang cinta pada umumnya. Dengan brilian film ini mengusung beberapa tema cinta sekaligus, seperti cinta keluarga, cinta persaudaraan dan tentu saja cinta romantis. Film ini berusaha menyampaikan bahwa sebenarnya cinta memang ada dimana­mana. Dari semua pemaparan diatas, penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui muatan cinta seperti apa yang terkandung dalam film Love Actually karya Richard Curtis. Film yang diakui oleh dunia sebagai film yang telah sukses mengusung tema cinta dengan sangat brilian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Analisis ini merupakan teknik penelitian untuk memperoleh gambaran isi pesan komunikasi massa yang dilakukan secara objektif, sistematik, dan relevan secara sosiologis. Uraian dan analisisnya boleh saja menggunakan tata cara pengukuran kuantitatif atau kualitatif, atau bahkan keduanya sekaligus. Secara objektif maksudnya kategori yang dipakai untuk menganalisis isi harus dirumuskan dengan persis agar siapa saja yang menggunakannya akan mendapatkan hasil yang sama. Yang dimaksud relevan secara sosiologis, bahwa masalah yang hendak dianalisis memang mempunyai relevansi dengan kehidupan kemasyarakatan. Artinya topik yang dijadikan pokok kajian itu berkenaan dengan tatanan, sistem nilai, norma, perilaku, institusi dan aspek­aspek sosiologis lainnya. Misalnya saja seperti dalam penelitian ini, analisis isi yang menyangkut bentuk­bentuk cinta dalam sebuah film bertemakan cinta. Hal ini mempunyai relevansi sosiologis karena cinta merupakan dasar yang mewarnai perjalanan kehidupan setiap manusia. Sedangkan cara kuantitatif artinya hasil analisis dinyatakan dalam bentuk numerik seperti dalam distribusi frekuensi, koefisien korelasi, persentase, dan sebagainya. Analisis isi dapat menghasilkan pemahaman tentang pengirim atau sumber pesan, tentang kecerdasannya, kepribadiannya, sikap, motif, nilai dan tujuan, tentang kelompok tempat ia bergabung, atau keinginan untuk tergabung, dan pengaruh kelompok tersebut pada diri orang yang bersangkutan. Kegunaan analisis ini dapat bermacam­macam. Pendekatan ini bukan hanya untuk mempelajari karakteristik isi komunikasi,tetapi juga untuk menarik kesimpulan tentang sifat komunikator, khalayak dan efeknya. Erich Fromm, dalam bukunya The Art Of Loving menyatakan ada empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu ; Care (perhatian), Reponsibility (tanggung jawab), Respect (hormat) dan Knowladge (pengetahuan). Dari teori tersebut, serta melalui telaah dokumen penelitian, peneliti menetapkan tiga kategori dalam penelitian ini, yaitu : Kategori Cinta Romantis, Kategori Cinta Keluarga dan Kategori Cinta Persaudaraan. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan fakta bahwa pesan cinta yang terdapat dalam film Love Actually ini mengutamakan bentuk cinta romantis sebagai tema utama dari cinta. dimana perhatian terhadap subjek yang kita cintai menjadi sangat penting ketika harus dihadapkan pada pengorbanan sebagai konsekwensi keintiman yang terjadi dalam sebuah jalinan cinta romantis. Dalam cinta keluarga, tidak ada sebuah konsekwensi dalam mencintai. Sebagai jenis cinta yang dianggap paling suci, memahami subjek yang kita cintai merupakan sebuah keharusan. Selanjutnya untuk menopang pemahaman terhadap subjek tersebut, kita juga harus bersedia untuk bertanggung jawab sepenuh hati, dan menghargai segala eksistensi subjek yang kita cintai dan membiarkannya berkembang apa adanya. Sebagai bentuk dasar dari segala jenis cinta, pengertian merupakan fondasi utama untuk mempertahankan cinta persaudaraan, pengertian dalam hal ini tentu saja, berada satu paket dengan penghormatan terhadap batasan­batasan yang ditetapkan oleh subjek cinta persaudaraan. Semuanya terbentuk sejalan demi mendapatkan kepercayaan dari subjek yang kita cintai.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 08 May 2012 06:01
Last Modified: 08 May 2012 06:01
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4713

Actions (login required)

View Item View Item