SEKOLAH DEMOKRASI DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN POLITIK MASYARAKAT KABUPATEN MALANG (Studi Pada Sekolah Demokrasi di PLäCID’s Averroes Community Malang)

IHSAN, IHSAN (2008) SEKOLAH DEMOKRASI DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN POLITIK MASYARAKAT KABUPATEN MALANG (Studi Pada Sekolah Demokrasi di PLäCID’s Averroes Community Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
SEKOLAH_DEMOKRASI_DALAM_MEMBANGUN_PENDIDIKAN_POLITIK_MASYARAKAT_KABUPATEN_MALANG.pdf

Download (117kB) | Preview

Abstract

Adanya sekolah demokrasi yang diadakan oleh PLaCID’s Averroes Malang telah memberikan suatu perubahan bagi kehidupan demokrasi masyarakat Kabupaten Malang terutama bagi empat pilar aktor-aktor demokrasi; Istitusi Politik, Partai Politik, Komunitas Bisnis, dan Organisasi Masyarakat Sipil. Empat pilar aktor demokrasi ini amat sangat memegang peranan yang sangat penting dalam membangun sendi-sendi demokrasi yang mulai rapuh. Kasus ini menjadi menarik karena berkaitan dengan peningkatan kualitas wacana demokrasi, pengetahun tentang demokrasi, serta peningkatan kuantitasi partisipasi demokrasi. Fenomena tersebut melahirkan wacana baru tentang kehidupan masyarakat yang demokratis dan mengarahkan pemahaman kita tentang konsepsi demokrasi sebagai sebuah tujuan. Peneliti mencoba masuk dalam perdebatan itu melalui pintu latar belakang berdirinya sekolah demokrasi, dari pelaksanaan peneliti berharap bisa mengetahui seberapa penting sekolah demokrasi itu bagi masyarakat, serta mengetahui pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dan lokasi penelitian dilakukan di PLaCID’s Averroes Kabupaten Malang tepatnya di Pondok ABM Permai Jl. Manunggal Kav A3 Mojolangu Malang. Sumber data dalam Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang terdiri dari pihak Ketua Averroes Community, pihak Directur PLaCID’s Averroes, pihak Fasilitator Sekolah Demokrasi, pihak Nara Sumber, dan Alumni dari Sekolah demokrasi. Dan sumber data sekunder yang terdiri dari dokumentasi dan arsip-arsip. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik analisa kualitatif. Setelah penelitian dilakukan, dari data yang telah disajikan dan dianalisis maka dapat dirumuskan bahwa hal-hal yang seharusnya dipenuhi dalam peran sekolah demokrasi seperti dasar dan latar belakang sekolah demokrasi, materi dari sekolah demokrasi, metode yang digunakan dalam sekolah demokrasi, dan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan sekolah demokrasi bagi bagi pelaksana sekolah demokrasi merupakan sebuah prosesi yang harus dipenuhi seutuhnya dalam pelaksanaannya. Suksesnya tujuan proyek demokrasi ini serta besarnya dukungan dari keempat pilar aktor-aktor demokrasi menjadi alasan utama bagi tim pelaksana sekolah demokrasi. Bagi mereka kebutuhan akan segera membangun kembali kehidupan yang demokratis harus segera dilakukan mulai sekarang jika ingin memetik hasilnya nanti. Utamanya, berkaitan dengan perlunya untuk melakukan konsolidasi para aktor strategis lokal sebagai penggerak utama demokratisasi di daerah. Peran sekolah demokrasi dalam kehidupan sehari sedikit-demi sedikit sudah berjalan dengan baik dan sesuai harapan, yang ditandai dengan adanya kualitas wacana demokrasi, pendalaman pengetahuan tentang demokrasi, dan kuantitas partisipasi aktif masyarakat di ranah bublik. Dari penjelasan yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan bahwa peran dari sekolah demokrasi dalam membangun pendidikan politik masyarakat Malang adalah untuk meningkatkan kualitas wacana demokrasi dan kepedulian yang mendalam dari Komunits Indonesia untuk Demokrasi (KID) yang kemudian di tindaklanjuti oleh PLaCID’s Averroes Malang sebagai lembaga pelaksana dari sekolah demokrasi tersebut. Sebab realitas sosial politik di Malang terlihat begitu heterogen. Berbagai kekuatan masyarakat yang memiliki pengaruh signifikan terhadap proses dan capain-capain politik seringkali melakukan aksi-aksi yang mewarnai peta politik di Malang. Para aktor politik lokal yang seharusnya dapat menjadi energi penggerak demokrasi, akibat polarisasi politik, pada praktiknya justru dapat menjadi penyebab retaknya sendi-sendi demokrasi lokal itu sendiri.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > J General legislative and executive papers
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 08 May 2012 04:15
Last Modified: 08 May 2012 04:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4670

Actions (login required)

View Item View Item