UMM Institutional Repository

MINDFULNESS INTERCULTURAL COMMUNICATION ANTAR PENGANUT ALIRAN AGAMA DI KOTA MALANG ( STUDI PADA ANGGOTA PP. DARUTTAUHID DAN ANGGOTA YAYASAN AL-KAUTSAR )

ARRIDA, ALI (2016) MINDFULNESS INTERCULTURAL COMMUNICATION ANTAR PENGANUT ALIRAN AGAMA DI KOTA MALANG ( STUDI PADA ANGGOTA PP. DARUTTAUHID DAN ANGGOTA YAYASAN AL-KAUTSAR ). Undergraduate (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-aliarrida-46492-1-pendahul-n.pdf

Download (803kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-aliarrida-46492-2-babi.pdf

Download (539kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-aliarrida-46492-3-babii.pdf

Download (869kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-aliarrida-46492-4-babiii.pdf

Download (474kB) | Preview

Abstract

Mindfulness Intercultural antar penganut aliran agama pada dasarnya merupakan bagian dari komunikasi antar budaya. Hanya yang menjadi acuannya adalah kesadaran cara memahami berkomunikasi berbagai perbedaan-perbedaan dari oknum-oknum yang berbeda. Aspek-aspek budaya atau aliran dalam komunikasi seperti sikap kepercayaan, watak, nilai dan orientasi pikiran akan ditemukan sebagai perbedaan besar yang sering kali menyebabkan distorsi dalam komunikasi. Namun, dalam masyarakat yang berbeda budaya sekalipun. Tetaplah ada kesadaran bagaimana menyikapi perbedaan tersebut demi terjalinnya komunikasi yang efektif. Komunikasi yang terjadi selama ini antar aliran seringkali terjebak pada permasalahan klasik yang tidak pernah ada habisnya, seperti masalah kekhalifahan sepeninggal Rasul. Sehingga pemahaman tentang komunikasi yang mindful tidak tercapai. Dan juga pengertian bagaimana menciptakan komunikasi yang efektif antar aliran banyak yang masih tidak mengetahui. Maka dari itu, peneliti ingin memaparkan langkah apa yang bisa mengantarkan pada tujuan komunikasi yang mindful. Metode yang digunakan oleh peneliti Pendekatan Kualitatif yang menitikberatkan pada proses dibandingkan hasil akhir, oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Yakni, mencoba mencari makna tertentu yang tersembunyi dibalik ungkapan dari subjek penelitian. Sedangkan tipe dan dasar penelitiannya deskriptif yang akan menggambarkan secara umum mindfulness intercultural communication antar penganut aliran Sunni dan Syi’ah. Waktu penelitian 28 Juni – 13 Juli 2014 dan tempat penelitian di sekitar Kota Malang antara lain di Pondok Pesantren Daruttauhid Dinoyo Malang dan Yayasan Al-Kautsar (Husainiyah Misbah Al-Huda)di Blimbing Malang. Dan Subyek Penelitian terdiri dari Anggota PP. Daruttauhid Malang dan Yayasan Al-Kautsar (Husainiyah Misbah Al-Huda) Malang. antara lain, pengurus, pemimpin, anggota aktif. Metode pengumpulan data dengan subyek dilakukan wawancara, dengan teknik Triangulasi sumber untuk keabsahan data. Sedari itu, Kota Malang menjadi lokasi pilihan peneliti dan dipilihlah PP. Daruttauhid (Sunni) dan Yayasan Al-Kautsar (Syi’ah) adalah sebuah lembaga Islam, Sunni dan Syi’ah mewakili dari sekian banyak Aliran dalam Agama Islam di Indonesia. Sunni dan Syi’ah secara Aqidah cenderung sama. Hanya pada permasalahan Khilafiah atau kepemimpinan dan Fiqih atau Furu’ yang berbeda. Sunni mengakui Khalifah setelah Nabi Muhammad adalah Abubakar Assiddiq sedangkan Syi’ah tidak mengakuinya, karena yang berhak adalah Ali bin Abithalib. Di sisi lain pada permasalahan Fiqih hanya ijtihad saja yang tidak menyebabkan perbedaan semakin menyulut. Dari hal di atas timbul pertanyaan dalam benak penulis tentang bagaimana mindfulness atau kesadaran antar aliran agama Sunni dan Syi’ah serta apa faktor penyebab pendukung dan penghambat dalam mereka berkomunikasi? Kehidupan penganut antar aliran agama Sunni dan Syi’ah di Kota Malang cenderung heterogen. Mereka hidup dalam kelompok-kelompoknya yang jarang bersinggungan satu dengan yang lain. Hanya dari beberapa oknum saja yang sering melakukan kegiatan bersama-sama. Nah, dari sana lah timbul masalah klasik tentang perbedaan-perbedaan. Syi’ah tidak mengakui khalifah Abubakar, Umar, dan Usman bahkan lebih ekstrim lagi melaknat. Dan Sunni mengkafirkan orang Syi’ah dengan mengatakan telah menuhankan Ali, memiliki Qur’an beda dan banyak lainnya. Dalam penilitian ini, yang menjadi fokus adalah mindfulness intercultural communication antar penganut aliran agama, yaitu kesadaran dalam proses komunikasi untuk mencapai keefektifan. Adapun hasil dari penelitiannya adalah mengetahui batasan-batasan dalam komunikasi agar tidak tercipta kecerobohan dalam komunikasi, saling menghargai perbedaan dengan tidak menistakan apa saja yang dianggap suci oleh satu aliran. Keterbukaan terhadap kemungkinan kedua aliran dalam proses komunikasi intercultural. Sebagai warga masyarakat khususnya Islam, hendaknya memiliki kesadaran pada setiap perbedaan. Jangan jadikan perbedaan sebagai senjata untuk saling memusuhi satu sama lain yang harusnya justru menjadi khazanah kerukunan dalam kehidupan bersama. Sehingga saling menghormati dan menghargai tidak hanya menjadi cita-cita panjang semata.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Keywords: Mindfulness Intercultural Communication Antar Penganut Aliran
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 17 May 2019 02:21
Last Modified: 17 May 2019 02:21
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/46176

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo