ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN GUNA MENGOPTIMALKAN JUMLAH LOKET PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAYANAN DINOYO MALANG

Hariadi, Aries (2008) ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN GUNA MENGOPTIMALKAN JUMLAH LOKET PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAYANAN DINOYO MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
f.pdf

Download (149kB) | Preview

Abstract

ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN GUNA MENGOPTIMALKANJUMLAH LOKET PEMBAYARAN REKENING LISTRIKDI PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAYANAN DINOYO MALANG Oleh: Aries Hariadi ( 03610230 ) Management Dibuat: 2008-09-03 , dengan 3 file(s). Keywords: antrian, loket, pelayanan Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau survey di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Dinoyo Malang dengan judul “Analisis Penerapan Teori Antrian Guna Mengoptimalkan Jumlah Loket Pembayaran Rekening Listrik Di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Dinoyo Malang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah fasilitas pelayanan atau loket pembayaran rekening listrik yang sebaiknya disediakan untuk dapat memaksimalkan pelayanan terhadap konsumen di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Dinoyo. Metode analisa yang digunakan untuk menentukan jumlah fasilitas pelayanan atau loket pembayaran rekening listrik yang sebaiknya disediakan di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Dinoyo yaitu teori antrian dengan sistem Single Channel-Single Phase, yaitu terdiri dari satu jalur untuk memasuki sistem pelayanan. Disiplin pelayanan yang digunakan yaitu FCFS (First Come First Service), yang pertama datang, pertama dilayani. Sedangkan perhitungannya yaitu mencari Tingkat kegunaan fasilitas pelayanan (P), Probabilitas tidak ada konsumen dalam sistem (Po), Jumlah rata-rata konsumen dalam antrian (Lq), Jumlah rata-rata konsumen dalam sistem (Ls), Waktu rata-rata konsumen dalam antrian (Wq), dan Waktu rata-rata konsumen dalam sistem (Ws) pada masing-masing periode waktu. Berdasarkan hasil pengamatan pada loket pembayaran rekening listrik di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Dinoyo dan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pada periode waktu sibuk, yaitu antara pukul 08.00-09.00 jumlah loket yang semula 3 loket dikurangi menjadi 2 loket. Pada periode waktu sangat sibuk, yaitu antara pukul 09.00-12.00 jumlah loket tetap 3 loket. Pada periode waktu sepi, yaitu antara pukul 12.00-17.00 jumlah loket tetap 2 loket. Sedangkan pada periode waktu sangat sepi, yaitu antara pukul 17.00-19.00 jumlah loket tetap 1 loket. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka terdapat saran untuk pihak PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Dinoyo. Adapun saran yang dapat dikemukakan oleh penulis adalah mengurangi jumlah loket pada periode waktu sibuk yang semula 3 loket menjadi 2 loket. This research was a field study or survey at PT.PLN (Persero) Dinoyo Unit Malang titled “Analysis of Line Queue Theory Application to Optimize Electric Account Payment Amount at PT.PLN (Persero) Dinoyo Unit Malang”. The research aimed to find out the amount of service facility or electric account payment counter which applied to maximize the service to the consumer at PT.PLN (Persero) Dinoyo Unit Malang. Analytical method used to decide the payment facility or electric account counter payment which should be used at PT. PLN (Persero) Dinoyo Unit Malang was queue line with Single Channel Single Phase system, which consisted of one way to enter service center. The first who came would be serviced. While the equation was done by searching the service facility usage (P), probability of no consumer in system, (Po), average amount of consumer in queue line (Lq), average consumer time in line (Wq), and average consumer time in system (Ws) in each time period. According to the observation at electric account payment counter at PT. PLN (Persero) Dinoyo service unit and the equation which was done, there could be concluded that in busy time period, between 08.00-09.00 3 counters existed reduced into 2 counters. In very busy time period, those were between 09.00-12.00 the counters amount were 3. In quiet period, between 12.00-17.00 the counters amount were 2. While in very quiet time, between 17.00-19.00 the amount was 1. According to above conclusion, there could be suggested for PT. PLN (Persero) Dinoyo Service Unit to reduce the counter in busy time which consisted of 3 counters into 2 counters.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 07 May 2012 07:07
Last Modified: 07 May 2012 07:07
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4541

Actions (login required)

View Item View Item