KARAKTERISTIK PIGMEN BUNGA KANA (Canna coccineaMill) KUNING PADA JENIS DAN KONSENTRASI GULAYANG BERBEDA

BAETINNISA, BAETINNISA (2007) KARAKTERISTIK PIGMEN BUNGA KANA (Canna coccineaMill) KUNING PADA JENIS DAN KONSENTRASI GULAYANG BERBEDA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KARAKTERISTIK_PIGMEN_BUNGA_KANA.pdf

Download (125kB) | Preview

Abstract

Zat pewarna alami yang bersifat lebih aman, dapat digunakan dan dikembangkan antara lain dari pigmen antosantin, karotenoid, kurkumin, antosianin dan pigmen lainnya. Antosantin merupakan pigmen yang berwarna kuning yang larut dalam air. Stabilitas antosantin dipengaruhi pH, temperatur, sinar dan oksigen serta faktor lainnya seperti enzim dan logam. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pigmen pada bunga kana kuning dan untuk mengetahui karakteristik pigmen bunga kana kuning terhadap pengaruh jenis dan konsentrasi gula yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu tahap ekstraksi dan identifikasi pigmen serta uji karakteristik pemberian ekstrak pigmen terhadap kualitas warna jenis gula dan konsentrasi yang berbeda. Tahapan karakteristik dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali yaitu: Faktor I : Jenis Gula (Sorbitol, Glukosa, Fruktosa) dan Faktor II : Konsentrasi Gula (20%, 40% 60%). Hasil penelitian menunjukan bahwa pigmen bunga kana kuning mengandung pigmen antosantin yang berjenis kuersetin dan mirisetin, dari flavonol kelompok flavonoid yang merupakan turunan dari antosantin. Terdapat interaksi antara jenis gula dan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai +b (tingkat kekuningan) dan absorbansi. Jenis gula berpengaruh terhadap nilai pH. Konsentrasi gula yang berbeda berpengaruh terhadap nilai pH, nilai L (tingkat kecerahan). Penambahan fruktosa 60% memiliki nilai +b (tingkat kekuningan) tertinggi (5,866) dan yang terendah dimiliki sorbitol 20% (4,266), sedangkan dengan penambahan fruktosa 60% memilik nilai absorbansi tertinggi dibandingkan dengan sorbitol, yaitu sebesar 0,697. Fruktosa memiliki nilai pH yang lebih besar dibanding dengan sorbitol dan glukosa yaitu sebesar 2,058. Pada perlakuan konsentrasi gula yang ditambahkan 60% memiliki nilai pH yang lebih besar dibanding dengan penambahan gula 20%, yaitu sebesar 2,064.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agrotechnology
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 07 May 2012 03:24
Last Modified: 07 May 2012 03:24
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4446

Actions (login required)

View Item View Item