UMM Institutional Repository

ANALISA YURIDIS TERHADAP STATUS ANAK AKIBAT PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA SAUDARA SEIBU (STUDI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SIDOARJO NOMOR : 978/ Pdt. G/ 2011/ PA. Sda)

ULFA, RIMA ULFINATUL (2017) ANALISA YURIDIS TERHADAP STATUS ANAK AKIBAT PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA SAUDARA SEIBU (STUDI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SIDOARJO NOMOR : 978/ Pdt. G/ 2011/ PA. Sda). Bachelors Degree (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rimaulfina-48536-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rimaulfina-48536-2-babi.pdf

Download (930kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rimaulfina-48536-3-babii.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rimaulfina-48536-4-babiii.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul Analisa Yuridis Terhadap Status Anak Akibat Pembatalan Perkawinan Karena Saudara Seibu (Studi Putusan Pengadilan Agama Sidoarjo No: 978/ Pdt. G/ 2011/ PA. Sda). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam menanggapi dan menyelesaikan Putusan No: 978/ Pdt. G/ 2011/ PA. Sda dan bagaimana perbandingan status anak akibat pembatalan perkawinan karena saudara seibu antara Hukum Islam dengan Hukum Positif. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer, sekunder dan tersier. Adapun pengumpulan yang digunakan adalah studi kepustakaan dan menggunakan comparative analiysis atau sincronation analiysis yaitu membandingkan antara Hukum Islam dengan Hukum Positif dalam menganalisa masalah tersebut Adapun hasil penelitian ini menghasilkan: 1. Pertimbangan hukum Hakim dalam putusan Nomor: 978/ Pdt. G/ 2011/ PA. Sda sudah tepat karena telah membatalkan perkawinan yang dilakukan Termohon I dan Termohon II dikarenakan adanya hubungan nasab yaitu saudara seibu. Selain itu, adanya Undang-Undang yang melarang perkawinan tersebut yaitu terdapat pada pasal pasal 23 huruf a Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 jo pasal 73 huruf c Kompilasi Hukum Islam tentang para pihak yang dapat mengajukan pembatalan perkawinan, surat An Nisa’ ayat 23 tentang larangan menikah yang dikuatkan dengan pasal 8 huruf (b) jo pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 39 jo pasal 70 angka 1 huruf b Kompilasi Hukum Islam. 2. Status anak akibat pembatalan perkawinan karena saudara seibu menurut KHI tetap dinamakan sebagai anak sah, sesuai pasal 75 point b Kompilasi Hukum Islam. Sedangkan dalam hadist nabi tentang nasab, status anak akibat pembatalan perkawinan karena saudara seibu dianggap sebagai anak subhat yang tetap dianggap sebagai anak sah. Dalam hukum positif, status anak yang dihasilkan dari pembatalan perkawinan tersebut dianggap sebagai anak sah.

Item Type: Thesis (Bachelors Degree (S1))
Additional Information: 201310110311280
Uncontrolled Keywords: Status Anak, Pembatalan Perkawinan, Hukum Perkawinan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Syariah
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 19 Feb 2019 02:54
Last Modified: 19 Feb 2019 02:58
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/44385

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo