UMM Institutional Repository

HUKUM MENDEKATI ISTRI YANG SUDAH SELESAI HAID TETAPI BELUM MANDI JANABAH (STUDI PENDAPAT IMAM MAZHAB EMPAT)

Sobirun M.Z, Sobirun M.Z (2017) HUKUM MENDEKATI ISTRI YANG SUDAH SELESAI HAID TETAPI BELUM MANDI JANABAH (STUDI PENDAPAT IMAM MAZHAB EMPAT). Bachelors Degree (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-sobirunmzn-48537-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-sobirunmzn-48537-2-babi.pdf

Download (950kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-sobirunmzn-48537-3-babii.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-sobirunmzn-48537-4-babiii.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin telah mengatur sedemikian rupa adab, etika dan tata cara pergaulan antara suami dan istri dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan, mengenai hukum mendekati istri yang sudah selesai haid pun diatur sedemikian rinci dan detail. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep hukum menurut mazhab empat tentang mendekati istri yang sudah selesai haid tetapi belum mandi janabah. Selain itu juga mengungkapkan pendapat yang kuat (rajih) dari pendapat mazhab empat tentang hukumnya mendekati istri yang sudah selesai haid haid, tetapi belum mandi janabah. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah atau mengkaji sumber kepustakaan berupa data primer dan sumber data sekunder yang relevan dengan pembahasan ini. Adapun bentuk analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif, yaitu usaha untuk mengumpulkan dan menyusun suatu data, kemudian dilakukan analisis terhadap data tersebut. Data yang dianalisis berupa kumpulan data tertulis dari pendapat-pendapat imam mazhab empat mengenai hukum mendekati istri yang sudah selesai haid tetapi belum mandi janabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum mendekati istri yang selesai haid tetapi belum mandi janabah ada empat pendapat dari empat imam mazhab. Imam Malik berpendapat istri yang haid hingga selesai, jika belum mandi haram hukumnya untuk didekati dalam keadaan apapun. Imam Abu Hanifah berpendapat istri boleh disetubuhi bila masa haidnya selesai, walaupun belum mandi suci. Imam Syafi’i berpendapat istri boleh didekati pada waktu haid tetapi tidak boleh disetubuhi, dan boleh disetubuhi setelah mandi suci. Imam Ahmad berpendapat istri boleh didekati ketika haid tetapi tidak boleh disetubuhi, jika akan disetubuhi harus mandi dan shalat terlebih dahulu. Adapun pendapat yang paling kuat ialah pendapat Imam syafi’i ditinjau dari dalil Al-Qur’an, Hadits dan akal pikiran/rasional.

Item Type: Thesis (Bachelors Degree (S1))
Student ID: 201410020312011
Keywords: HUKUM MENDEKATI ISTRI YANG SUDAH SELESAI HAID
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) (74230)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 19 Feb 2019 02:31
Last Modified: 19 Feb 2019 02:31
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/44381

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo