UMM Institutional Repository

FENOMENOLOGI AKTOR GERAKAN PETANI LOKAL DALAM KASUS SENGKETA LAHAN EKS PERKEBUNAN PT. GONDANG TAPEN BARUMAS DI BLITAR SELATAN

Fredianto, Dadang (2017) FENOMENOLOGI AKTOR GERAKAN PETANI LOKAL DALAM KASUS SENGKETA LAHAN EKS PERKEBUNAN PT. GONDANG TAPEN BARUMAS DI BLITAR SELATAN. Bachelors Degree (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-dadangfred-49847-1-pendahul-n.pdf

Download (796kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-dadangfred-49847-2-babi.pdf

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-dadangfred-49847-3-babii.pdf

Download (701kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-dadangfred-49847-4-babiii.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Konflik agraria di eks Perkebunan Gondang Tapen di Blitar Selatan merupakan salah satu dari 30 titik konflik yang ada di Kabupaten Blitar. Konflik tersebut melibatkan PT. Holcim Indonesia, Perhutani dan masyarakat setempat. Sengketa lahan tersebut disebabkan adanya proses tukar guling lahan yang tidak transparan kepada masyarakat sekitar. Penelitian ini mengungkap kehidupan sehari-hari para petani yang melakukan perjuangan tanah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini juga menggunakan teori Fenomenologi Alfred Schutz. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui proses wawancara dan observasi kepada 6 aktor perjuang lahan garapan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Keenam aktor tersebut di antaranya Talminto, Katiman, Sutarman, Tumiran, Kanib dan Wahyudi. Sebagai petani, mereka menanam berbagai jenis tanaman di antaranya buah, sayuran dan makanan pokok. Sebagai aktor gerakan perjuangan, mereka telah berjuang ke berbagai lembaga negara agar lahan garapan tersebut bisa menjadi miliknya. Perjuangan para aktor dilakukan melalui jalur lobi dan demonstrasi. Motif aktor menjadi petani di antaranya karena motif ekonomi dan motif kondisi sosial-geografis. Sementara motif aktor melakukan gerakan perjuangan lahan garapan juga dikarenakan motif ekonomi dan kondisi sosial. Makna gerakan perjuangan dimaknai aktor sebagai, tantangan dan semangat, memikirkan anak cucu, pengorbanan, serta membela lahan garapan. Perasaan hidup aktor dalam kondisi konflik dirasakan sebagai hidup yang cemas serta menjenuhkan karena sengketa telah lama berlangsung. Para aktor mempunyai pengalaman menyedihkan di saat persidangan dan saat demonstrasi. Dukungan keluarga terhadap keterlibatan aktor dalam gerakan perjuangan terlihat bervariasi, yaitu mendukung, netral dan tidak mendukung. Harapan para aktor terkait sengketa lahan di antaranya menunggu panggilan mediasi, berharap kasus segera selesai secara legal serta memperoleh tanah garapan seluas 40 are per penggarap.

Item Type: Thesis (Bachelors Degree (S1))
Student ID: 201310310311003
Keywords: Konflik Agraria, Fenomenologi, Gerakan Sosial, Petani
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Sociology (69201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 13 Feb 2019 03:37
Last Modified: 13 Feb 2019 03:37
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/44230

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo