STUDI KASUS TENTANG PENYEDIAAN SARANA AKSESIBILITAS UMUM BAGI DIFFABLE (DIFFERENT PEOPLE WITH DIFFERENT ABILITY) DI STASIUN KA. KOTA BARU MALANG

ayu lintang sari, Dyah (2007) STUDI KASUS TENTANG PENYEDIAAN SARANA AKSESIBILITAS UMUM BAGI DIFFABLE (DIFFERENT PEOPLE WITH DIFFERENT ABILITY) DI STASIUN KA. KOTA BARU MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
STUDI_KASUS_TENTANG_PENYEDIAAN_SARANA_AKSESIBILITAS_UMUM_BAGI_DIFFABLE.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Manusia diciptakan didunia ini adalah sama, namun manusia itu sendirilah yang membedakan diantara sesama manusia baik berwujud sikap, perilaku maupun perlakuannya. Pembedaan ini masih sangat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kebetulan menjadi golongan diffable (penyandang cacat) baik sejak lahir maupun setelah dewasa dan kecacatan ini tentu tidak diharapkan oleh semua manusia baik yang menyandang cacat maupun yang tidak menyandang cacat. Berkaitan dengan keadaan tersebut diatas perlu kiranya adanya kesetaraan dan kesamaan manusia ditingkatkan khususnya bagi para diffable untuk diberikan fasilitas dan aksesibilitas yang memungkinkan untuk bertindak sebagai anggota masyarakat lainnya. Dengan adanya keberadaan mereka, pemerintah dapat lebih memperhatikan kebutuhan diffable yang tentunya berbeda dengan kebutuhan orang lain, seperti pemberian fasilitas-fasilitas khusus untuk kemudahan mereka dalam mengoperasikan dan menjalankan fungsinya dikehidupan sosialnya. Aksesibilitas merupakan kampanye kepada masyarakat dari pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi sebagai masyarakat yang lain yang mempunyai keterbatasan-keterbatasan dalam bergerak, misalnya wanita hamil, manula, dan penyandang cacat. Keberadaan para manula, penyandang cacat dan wanita hamil pada umumnya mempunyai hak dan kewajiban yang secara mendasar perlu untuk dihormati dan dihargai oleh masyarakat karena mereka juga bagian dari masyarakat itu sendiri. Secara umum berbagai negara saat ini berpegang pada apa yang telah digariskan oleh PBB (Universal Declaration Of Human Rights) yang diantaranya telah disebutkan dalam resolusi PBB No. 46/41 Tahun 1991 mengenai Prinsiples For Olders Persons yaitu himbauan pada semua orang untuk pemenuhan hak-hak dan kewajiban bagi para manula. Terdapat lima hak bagi para manula seperti yang dituangkan dalam United Nations Prinsiples For Olders Person pada Tahun 1999 dengan menambah kehidupan dalam tahun-tahun akhir kehidupan. Hak-hak tersebut antara lain : 1.Kemandirian 2.Keikutsertaan 3.Perawatan 4.Kepuasan diri 5.Harga diri Kelima hak-hak yang tertuang dalam United Nations Prinsiples For Olders Persons Tahun 1999 tersebut sebenarnya telah terkandung didalam pasal 5 ayat (2) UU No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan para manula, yang menyatakan bahwa manusia diberikan hak untuk meningkatkan kesejahteraan sosial yang meliputi : 1.Pelayanan keagamaan dan mental spiritual 2.Pelayanan kesehatan 3.Pelayanan kesempatan kerja 4.Pelayanan pendidikan dan pelatihan 5.Kemudahan dalam menggunakan fasilitas sarana dan prasarana umum 6.Kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum 7.Perlindungan sosial 8.Bantuan sosial Kemudahan dalam menggunakan fasilitas sarana dan prasarana umum bagi manula sebenarnya terkait dengan adanya upaya kesejahteraan sosial manula yang sesuai dengan landasan hukum UU No. 13 Tahun 1998 yang bertujuan untuk memperpanjang usia harapan hidup dan masa produktif, dan terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan, terpeliharanya sistem nilai budaya dan kekerabatannya bangsa Indonesia serta lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 05 May 2012 07:13
Last Modified: 05 May 2012 07:13
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4387

Actions (login required)

View Item View Item