UMM Institutional Repository

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN GUILLAIN-BARRE SYNDROME (GBS) DENGAN INFEKSI (Penelitian di RSUD. Dr. Saiful Anwar Malang)

MEIDIANTI, AULIA RAHMI (2017) STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN GUILLAIN-BARRE SYNDROME (GBS) DENGAN INFEKSI (Penelitian di RSUD. Dr. Saiful Anwar Malang). Bachelors Degree (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-auliarahmi-50952-1-pendahul-n.pdf

Download (490kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-auliarahmi-50952-2-babi.pdf

Download (140kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-auliarahmi-50952-3-babii.pdf

Download (794kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-auliarahmi-50952-4-babiii.pdf

Download (176kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Guillain-Barre Syndrome (GBS) merupakan suatu penyakit autoimun yang menyerang bagian dari sistem saraf perifer dimana biasanya didahului oleh suatu infeksi saluran pencernaan atau infeksi saluran pernafasan. Sebagian besar pasien GBS mendapatkan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) dan ventilasi mekanis sehingga dapat mengalami infeksi nosokomial. Infeksi yang paling umum adalah Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) or Ventilator-Associated Pneumonia (VAP). Terapi antibiotika bukan merupakan terapi utama pada kasus GBS tetapi merupakan terapi komplikatif yang digunakan untuk mencegah maupun mengatasi infeksi yang dialami pasien GBS. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika pada pasien Guillain-Barre Syndrome (GBS) dengan infeksi di RSUD. Dr. Saiful Anwar Malang. Metode : Penelitian ini bersifat observasional dan studi retrospektif pada pasien Guillain-Barre Syndrome (GBS) dengan infeksi pada periode 1 Januari 2016-31 Desember 2016. Hasil & Kesimpulan : Pola penggunaan antibiotika pada pasien GBS dengan infeksi yang paling banyak digunakan adalah pola antibiotika tunggal sebanyak 19 pasien (73%) sedangkan pola kombinasi dua antibiotika sebanyak 7 pasien (27%). Antibiotika tunggal yang banyak digunakan adalah golongan sefalosforin (47%) yaitu ceftriaxone (2x 1g) IV sebanyak 3 pasien (16%). Kemudian kombinasi dua antibiotika yang banyak digunakan adalah golongan sefalosforin + fluoroquinolon (44%) yaitu salah satunya adalah ceftazidime (2x500 mg) IV + levofloxacin (1x750 mg) IV sebanyak 1 pasien (14%).

Item Type: Thesis (Bachelors Degree (S1))
Student ID: 201310410311285
Keywords: Antibiotika, Guillain-Barre Syndrome (GBS), Infeksi
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 09 Jan 2019 06:30
Last Modified: 09 Jan 2019 06:30
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/43101

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo